ZANZIBAR MENGHARAPKAN INDONESIA DIRIKAN PABRIK KRETEK

ZANZIBAR MENGHARAPKAN INDONESIA DIRIKAN PABRIK KRETEK

 

 

Dar Es Salaam, Kornpas

Zanzibar mengharapkan perusahaan swasta Indonesia mendirikan perusahaan patungan rokok kretek di negara bagian Tanzania itu untuk menampung produksi cengkeh yang sulit dipasarkan. Setelah Indonesia berswasernbada dan tidak lagi mengimpor cengkeh dari Zanzibar, maka cengkeh Zanzibar menumpuk terlalu besar.

Keinginan Zanzibar itu di sampaikan Presiden Zanzibar, Salmin Amour ketika mengadakan pembicaraan empat mata dengan Presiden Soeharto di Wisrna Negara Zanzibar, Sabtu siang.

Ikut bersarna Kepala Negara, Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas, dan Menko Ekuin Radius Prawiro, Nyonya Tien Soeharto tidak ikut dan disediakan acara tersendiri di KBRI Dar Es Salaam. Banyak anggota rombongan lainnya tidak dapat ikut, karena hanya menggunakan sebuah pesawat Fokker F-27.

Mensesneg Moerdiono mengatakan, Indonesia memang telah berpengalarnan mendirikan perusahaan rokok kretek dari segalajenis. Namun harapan Zanzibar ini masih harus lewat pembicaraan lanjutan dan dipelajari lebih mendalam. Demikian Moerdiono seperti dilaporkan wartawan Kompas Ansel da Lopez dan J. Osdar dari Dar Es Salaam semalam.

Ekspor cengkeh Zanzibar ke Indonesia semula merupakan penerimaan devisa terbesar negara bagian itu. Presiden Soeharto kembali menawarkan kerja sama bantuan teknik kepada Zanzibar, antara lain dalam pengembangan produksi beras, program KB dan kependudukan serta industri. Zanzibar menyambut baik tawaran inidan dalam waktu dekat akan mengirim para petaninya untuk belajar bertani di tengah -tengah petani Indonesia. Zanzibar masih mengimpor beras dan tingkat pertumbuhan penduduknya mencapai di atas tiga persen per tahun.

 

Ke Senegal

Mensesneg Moerdiono menilai kunjungan Presiden Soeharto ke Zanzibar memiliki nilai tersendiri ,sebab berlangsung pada saat Utara meninggalkan negara itu. Sebelumnya negara ini mendapat bantuan dari Barat.

Presiden Soeharto dalam kesempatan itu mengundang Presiden Zanzibar untuk berkunjung ke Indonesia. Seusai pembicaraan, Kepala Negara mengunjungi makam Presiden Zanzibar pertama Abaida Karume dan meletakkan karangan bunga di atasnya.

Sore kemarin di Dar Es Salaam, Menlu Ali Alatas dan rekannya Menlu Tanzania Ahmen Hasaan menandatangani persetujuan kerja sama kedua negara, yang selanjutnya akan dijadikan payung bagi persetujuan kerja sama di berbagai bidang.

Ketika berita ini diturunkan semalam, sedang berlangsung pertemuan antara Kepala Negara dan Nyonya Tien Soeharto dengan masyarakat Indonesia di Tanzania.

Minggu pagi ini pukul 09.45 atau 13.45 WIB, Kepala Negara dan rombongan meninggalkan Dar Es Salaam menuju Dakar, Senegal, Penerbangan Dar Es Salaam Dakar akan memakan waktu 8.15 jam. Diperkirakan tiba di Dakar pukul 15 .00, atau Minggu malam pukul 23.00 WIB. Hari Senin besok akan langsung menghadiri pembukaan KTT OKI ke-6 sampai tanggal 12 Desember.

 

 

Sumber : KOMPAS (08/12/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 500-501.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.