YORDANIA DAN INDONESIA AKAN TANDATANGANI TIGA PERSETUJUAN

YORDANIA DAN INDONESIA AKAN TANDATANGANI TIGA PERSETUJUAN[1]

 

Amman, Antara

PETRA Duta Besar Yordania untuk Indonesia Luay Khasman mengumumkan bahwa Yordania dan Indonesia akan menandatangani tiga persetujuan selama kunjungan Presiden Suharto ke negara itu yang dimulai hari Senin.

Selama empat hari kunjungan kenegaraan, Presiden Soeharto akan mengadakan pembicaraan dengan Raja Hussein untuk membahas berbagai masalah regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.

Menurut keterangan dari kedutaan besar, para menteri akan menandatangani tiga persetujuan, pertama mengenai peningkatan investasi, kedua mengenai pencegahan pajak berganda dan ketiga mengenai transportasi laut antara kedua negara.

Yordania dan Indonesia mempunyai hubungan kuat, katanya, dan menambahkan kunjungan Presiden Soeharto untuk lebih meningkatkan ekonomi dan perdagangan kedua negara dan membahas berbagai masalah, terutama masalah Gerakan Non-Blok yang mana kedua negara merupakan anggota aktif.

Dia mengatakan, komite kerjasama ekonomi dan perdagangan Yordania­ Indonesia telah menyelenggarakan pertemuan reguler untuk meningkatkan ekonomi bilateral dan hubungan perdagangan.

Dalam wawancara dengan PETRA lebih lanjut dikatakan, ekspor Yordania ke Indonesia berupa fosfat, potas dan pupuk meningkat sejak 1994 dengan nilai 38,4 juta dolar AS tahun lalu, sedangkan impor nya sebesar 27,2 juta dolar AS terdiri atas kayu, minyak sayur, tekstil dan pakaian jadi.

Awal minggu ini, Yordania dan Indonesia telah membahas persetujuan mengenai kerjasama transportasi kelautan dan diumumkan bahwa persetujuan itu menurut rencana akan ditandatangani resmi oleh Presiden Soeharto pada saat kunjungan kenegaraan tersebut.

Persetujuan itu menetapkan pertukaran informasi dan tenaga ahli teknik dengan tujuan mengintensifkan kontak antar perusahaan-perusahaan pelayaran dan lembaga-­lembaga kedua negara.

Khasman juga mengatakan bahwa Indonesia dan Yordania tahun 1989 menandatangani persetujuan mengenai pertukaran mahasiswa dan dosen yang dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama kebudayaan kedua negara.

Lebih dari 80 pelajar Indonesia telah belajar bahasa Arab dan hukum Islam di Univeritas Yordania, katanya menambahkan.

Sumber : ANTARA (9/11/1996)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 495-496.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.