YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI SEDIAKAN DANA Rp.110 MILIAR

YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI SEDIAKAN DANA Rp.110 MILIAR[1]

 

Padang, Antara

Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (YDSM) yang dipimpin Presiden Soeharto menyediakan dana Rp.110 miliar untuk dipinjamkan kepada keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I, kata Menteri Negara Kependudukan/ Kepala BKKBN, Haryono Suyono.

Ketika berbicara di hadapan 300 anggota Real Estat Indonesia (REI) di Padang, Senin, ia mengatakan mulai April ini para nasabah yang sekarang berada di bawah garis kemiskinan itu mulai diberi kesempatan untuk meminjam 10 kali lipat dari jumlah tabungan yang mereka miliki.

Ia mengatakan, jumlah tabungan keluarga pra sejahtera dan sejahtera I pada Takesra yang dikelola BNI dan PT. Posindo yang diberikan konglomerat sesuai Deklarasi Jimbaran masing-masing Rp.2000 setiap keluarga untuk 11,5 juta keluarga dengan total nilai Rp.23 miliar.

Ia mengatakan, dengan diberikan kesempatan meminjam 10 kali lipat jumlah tabungan yang ada, berarti mereka dapat kesempatan meminjam Rp.20.000 untuk keperluan modal usaha, dengan catatan 10 persen pinjaman dari Rp.20.000 itu untuk menambah tabungan, sehingga tabungan yang ada menjadi Rp.4.000.

“Kalau pinjaman sebesar Rp.20.000 itu sudah lunas selama tiga bulan, maka mereka boleh meminjam sepuluh kali tabungannya yang baru, berarti, Rp.40.000, kalau pinjaman ini kembali lunas, tabungan yang baru menjadi Rp.8000 dan boleh meminjam Rp.80.000 begitu seterusnya.” ujar menteri.

Menurut menteri, dengan cara seperti itu diharapkan pada awal 1997 nanti setiap keluarga miskin sudah memiliki modal yang jumlahnya antara Rp.80.000 sampai Rp.160.000 dan modal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengadakan usaha patungan di desa atau terbuka kesempatan menjadi anggota koperasi.

Ia mengatakan, di Indonesia saat ini masih terdapat 26 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan yang memerlukan perhatian bersama untuk meningkatkan kesejahteraan nya.

Masih sedemikian banyaknya warga miskin di Indonesia, menurut menteri, Presiden Soeharto pada tanggal 29 Juni 1993 lalu mencanangkan di Lampung Hari Keluarga Nasional serta ditindaklanjuti dengan pendataan keluarga pada awal tahun 1994 lalu.

Ia mengatakan, pada 29 Juni 1994 Presiden Soeharto juga mencanangkan Gerakan Pembangunan Keluarga Sejahtera yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program IDT di desa tertinggal dengan dana Rp.400 miliar. Selanjutnya Presiden Soeharto pada 29 Juni 1995 di Yogyakarta mencanangkan “Gerakan Bangga Suka Desa atau Gerakan Pembangunan Keluarga Dalam Suasana Kota di Pedesaan.” kata menteri.

Sumber : ANTARA (03/04/1996)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 292-293.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.