WIYOGO: HUBUNGAN KEBUDAYAAN LEBIH LESTARI DARI PADA EKONOMI

WIYOGO: HUBUNGAN KEBUDAYAAN LEBIH LESTARI DARI PADA EKONOMI

Tokyo, Antara

Hubungan persahabatan antara dua negara biasanya lebih lestari jika dilandasi hubungan kebudayaan, oleh karena itu pemerintah RI kini sedang meningkatkan diplomasi kebudayaan di samping hubungan ekonomi.

Gubemur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto mengatakan itu dalam pertemuan persahabatan Indonesia-Jepang yang diselenggarakan oleh Japan-Indonesian Association (Japinda) di Tokyo, Kamis malam 22 September 1988.

Wiyogo, yang datang ke Jepang untuk memimpin delegasi kesenian di hadapan sejumlah pejabat Jepang mengatakan, hubungan persahabatan antara Indonesia­ Jepang hendaknya tidak didasarkan pada hubungan ekonomi semata, tetapi juga hubungan kebudayaan yang mendekatkan orang per orang.

Ia mengatakan, hubungan persahabatan yang didasari ekonomi kurang kokoh, karena segala sesuatunya dihitung berdasarkan untung-rugi.

"Oleh karena itu, sejalan dengan keinginan Presiden Soeharto, diplomasi kebudayaan di dalam kebijaksanaan luar negeri sekarang makin ditingkatkan," ujarnya.

Hasil diplomasi kebudayaan,menurut Wiyogo,bukan hanya meningkatkan hubungan persahabatan, tapi juga memperkenalkan aneka ragam seni-budaya yang akhirnya berdampak positif dalam pengembangan kepariwisataan.

Wiyogo menyatakan sangat terharu menyaksikan sambutan hangat masyarakat Jepang terhadap acara ‘Malam Indonesia’ yang menampilkan konser tari dan kerawitan kraton Yogyakarta dan Surakarta di balai pertemuan Hibiya Rabu malam.

"Memang kami bermaksud memperkenalkan tarian kraton kepada masyarakat Jepang," kata Wiyogo.

Pertemuan dihadiri oleh Menteri Kehakiman Jepang Yukio Hayashida (71 tahun), anggota majelis tinggi Oshima, Kepala Biro Politik Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa, Michio Watanabe, Dubes RI untuk Jepang Jogi Supardi dan sejumlah pejabat Jepang lainnya.

Michio Watanabe yang juga Ketua Japinda dalam sambutannya mengharapkan,dalam kedudukannya sebagai Gubemur DKI Jakarta, Wiyogo hendak nya terus meningkatkan dan mempererat hubungan persahabatan Jepang-Indonesia.

"Berusahalah terus agar hubungan kerjasama dan persahabatan Jepang-Indonesia bertambah erat,"kata Watanabe.

Dalam acara yang berakhir dengan ramah-tamah itu Gubernur Wiyogo menyerahkan cenderamata keris kepada Ketua Japinda dan lukisan Candi Borobudur terbuat dari batik halus kepada Menteri Hayashida.

Gubernur Wiyogo Kamis siang mengadakan kunjungan kepada Gubernur Metropolitan Tokyo Suzuki.Dalam kesempatan itu, kedua gubernur menyaksikan penandatanganan memorandom of understanding antara Jakarta-Tokyo yang dilakukan oleh pejabat Pemda kedua kota metropolitan itu.

Wiyogo menjawab pertanyaan ANTARA menjelaskan, memorandum saling pengertian itu mencakup rencana kerjasama teknis antara lain mengenai masalah pertanahan. Masalah pertanahan mernpakan masalah pelik baik bagi Jakarta maupun Tokyo, katanya.

Berdasarkan kerjasama ini, Gubemur DKI Jakarta juga mengundang pejabat­pejabat Tokyo untuk mengadakan peninjauan di Jakarta.

Wiyogo mengatakan, di antara masalah pelik yang dihadapi Jakarta sekarang adalah masalah urbanisasi, pertambahan jurnlah penduduk dan daerah hunian liar atau kumuh.

Tokyo, ANTARA

Sumber : ANTARA (22/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 179-180.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.