WISMOYO : RAWE-RAWE RANTAS, MALANG-MALANG PUTUNG

WISMOYO : RAWE-RAWE RANTAS, MALANG-MALANG PUTUNG[1]

 

Jakarta, Antara

“Rawe-rawe rantas, Malang-malang putung.” teriak Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar ketika dia mengakhiri sambutan resminya pada acara pencanangan kampanye SEA Games XIX di Senayan Jakarta, Jumat malam.

Seruan kalimat peribahasa bahasa Jawa yang mengandung falsafah pantang mundur untuk mencapai tekad yang didambakan itu diserukan Wismoyo di hadapan Wapres Try Sutrisno, beberapa Menteri Kabinet Pembanguan VI, undangan dan sekitar 500 atlet Pelatnas SEA Games XIX.

Pernyataan Wismoyo, yang membangkitkan semangat itu, tampaknya untuk semakin menggelorakan dan memompa semangat atlet Indonesia yang akan berjuang di arena SEA Games XIX Oktober mendatang.

“Merebut kemenangan dan meraih juara umum SEA Games XIX seperti yang diamanatkan oleh Pemimpin Bangsa (Presiden Soeharto) adalah tugas sulit dan berat, meskipun mulia, karena itu diperlukan penyatuan tekad seluruh bangsa untuk mencapainya.” kata Wismoyo.

“Pencanangan SEA Games dimaksudkan untuk menggelorakan semangat seluruh masyarakat Indonesia agar mendukung atlet yang merupakan anak-anak Bangsa dalam berjuang membela dan menjaga nama baik Bangsa.” tegasnya.

Selain sukses prestasi di SEA Gemes mendatang, Wismoyo juga menjelaskan amanat Jain presiden, yaitu agar sukses menjadi penyelenggara.

Wismoyo juga kembali menekankan pentingnya unsur non-teknis dalam mencapai kemenangan.

“Diperlukan dukungan, kesetiaan dan kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan atlet kita memiliki semangat tak terkalahkan, sehingga para atlet bangsa ini mampu melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.” tegasya.

Bahkan secara khusus Wismoyo menyatakan bahwa dukungan dan doa dari para pemimpin bangsa dan seluruh lapisan masyarakat akan membuat seluruh atlet “mendapatkan kekuatan dahsyat untuk mengalahkan lawan-lawan mereka”.

“Jika para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini mendukung, maka itu adalah kekuatan dahsyat, sumber pembangkit energi dan semangat yang tidak terkira, karena seluruh atlet akan merasa bahwa mereka tidak berjalan dan berjuang sendiri.” katanya.

Dalam laporannya, Wismoyo mengatakan bahwa di SEA Games mendatang akan dipertandingkan 34 cabang olahraga untuk memperebutkan 440 medali emas, 440 medali perak dan 558 perunggu.

“Sepuluh anggota Federasi SEA Games telah menyatakan akan hadir, dan jika tidak berubah, maka pada bulan Oktober nanti akan hadir 7.500 atlet, oficial dan hakim dari 10negara di Asia Tenggara.” tambahnya.

Sedangkan mengenai atlet Indonesia, sejak diresmikannya Pelatnas pada 1 November 1996 yang lalu, telah dipanggil 1.222 atlet, 161pelatih dalam negeri dan 32 pelatih asing.

Berat

Sementara itu Menpora Hayono Isman menyatakan bahwa dia sependapat dengan apa yang diungkapkan Ketua Umum KONI Pusat tersebut bahwa untuk merebut gelarjuara umum SEA Games dari Thailand sangat berat.

“Sangat berat untuk merebut gelar dari Thailand, karena secara teknis, mereka lebih siap. Bahkan Thailand bukan lagi mengincar untuk meraih yang terbaik di Asia Tenggara, tapi di Asian Games tahun 1998.” tegas Menpora.

Meskipun demikian, kata Menpora, bukan tidak mungkin tugas berat dan mulia itu dapat direbut, asal seluruh atlet dan seluruh bangsa bersatu dan saling memberi dukungan.

“Jika seluruh lapisan masyarakat mendukung dan atlet dapat tampil maksimal, Insya Allah sukses merebut gelar juara umum itu dapat kita rebut.” katanya.

Pada acara pencanangan itu, selama 1,5 jam, seluruh atlet dan para undangan disuguhi sendratari dan lagu oleh GSP Production.

Sumber : ANTARA (24/03/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 561-562.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.