WISMOYO MINTA DUKUNGAN MEDIA MASSA SUKSESKAN SEA GAMES

WISMOYO MINTA DUKUNGAN MEDIA MASSA SUKSESKAN SEA GAMES[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar meminta dukungan dari seluruh media massa nasional, baik cetak maupun elektronik untuk mendukung pembinaan olahraga guna menyukseskan SEA Games XIX di Jakarta 11-19 Oktober mendatang.

“Saya minta media massa menciptakan iklim yang kondusif dalam menghadapi event tersebut, jangan justru mempertajam pertentangan-pertentangan yang dapat mengganggu prestasi atlet kita.” kata Wismoyo dalam acara ramah-tamah di LKBN ANTARA Jakarta, Senin.

Menurut Wismoyo, media massa memiliki peran yang sangat strategis untuk menentukan sukses-tidaknya Indonesia di SEA Games nanti karena tulisan-tulisan dan opini-opini mereka dapat mempengaruhi penampilan atlet.

Dia mengatakan, kasus antara ketua umum PBSI dan para pebulutangkis yang terjadi baru -baru ini sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan.

“Saya tidak melarang wartawan memberitakan masalah yang terjadi di PBSI, tapi harap tidak perlu diperpanjang karena kasus itu sudah diselesaikan.” kata Wismoyo yang didampingi Wakil Ketua Umum KONI Ari Sudewo dan Pemimpin Umum LKBN ANTARA Handjojo Nitimiharjo.

Dia mengatakan, menghadapi SEA Games XIX ada dua sukses yang ingin diraih Indonesia, yaitu sukses prestasi menjadi juara umum dan sukses sebagai tuan rumah.

Dua sukses tersebut merupakan amanat dari Presiden Soeharto yang harus dilaksanakan KONI Pusat dan seluruh masyarakat Indonesia.

Penyelenggaraan SEA Games XIX/1997 di Jakarta dapat disebut sukses jika panitia dapat seefisien mungkin dalam pembiayaan, namun tetap memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta.

Sebagai penyelenggara, kita tentunya ingin menjadi tuan rumah yang baik, mulai dari bidang transportasi, akomodasi, publikasi, pertandingan, hingga pada upacara pembukaan dan penutupan.

“Tapi sukses tersebut bukan berarti penyelenggaraan harus mewah dengan biaya yang besar.” kata Wismoyo.

Menurut Wismoyo, panitia SEA Games XIX harus tetap berpegang pada tujuan dari Federasi SEA Games (SEAGF) yaitu menciptakan persahabatan di antara negara-negara Asia Tenggara dan meningkatkan prestasi atlet di kawasan ini.

Penghargaan

Sementara itu mengenai sukses prestasi, Wismoyo mengatakan bahwa KONI Pusat kini mendapat tugas yang sangat berat karena harus merebut gelar juara umum dari tangan Thailand.

Di SEA Games Chiang Mai 1995, selisih medali emas antara Thailand dan Indonesia adalah 80 atau lebih dari separuhnya.

“Dalam waktu dua tahun, kita harus mengejar ketertinggalan tersebut dan menjadikan keadaan yang tidak mungkin menjadi mungkin.” katanya.

Salah satu kunci untuk mencapai target tersebut adalah “kesetiaan”  terutama dari seorang atlet kepada pembinanya.

Dia mencontohkan, atlet angkat berat Sutrisno yang mampu menjadi juara dunia angkat berat. Padahal ia hanya seorang tukang batu dan pelatihnya tidak memiliki pengalaman internasional.

“Jika sukses di SEA Games tentunya para atlet dan bangsa ini akan mendapat Kehormatan.” katanya.

Kehormatan (honour) ini, kata Wismoyo, bagi para atlet merupakan hal yang tidak dapat dinilai dengan uang.

“Jangan justru ‘honour’ ini dinilai dengan honor, karena bisa menjadi horor.” ujarnya.

Kita harus menghindari situasi dimana atlet selalu memikirkan bonus sebelum berprestasi, katanya.

Bagi atlet yang sukses, KONI tentunya akan memberi imbalan sebagai suatu penghargaan, bukan suatu bonus ataupun honor.

Dalam kunjungannya ke LKBN ANTARA sekaligus untuk berbuka puasa bersama itu, Wismoyo didampingi para pengurus teras KONI Pusat antara lain Sekjen Rudolf Warouw, Kabid Rencana dan Anggaran Togi Hutagaol, Kabid Humas Ishadi SK, Kabid Organisasi dan Daerah Putera Astaman, Wakabid Pembinaan Prestasi Paul Toding, Komandan Pelatnas Djoko Pramono, Wakabid Luar Negeri Rio Tambunan, Wakabid Litbang Kuntadi Djajalana dan Kabid Pengendalian Latihan Subardi Suar.

(T.OK04113/0l/97 20:16/0KZS/OK03)

Sumber: ANTARA (17/01/1997)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 549-551.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.