WISMOYO AKUI ADA PENYIMPANGAN SOAL STIKER SEA GAMES

WISMOYO AKUI ADA PENYIMPANGAN SOAL STIKER SEA GAMES[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar mengakui adanya beberapa penyimpangan kecil dalam penjualan stiker SEA Games XIX kepada masyarakat, namun demikian dia meminta agar hal itu tidak terlalu dibesar-besarkan. Pengakuan Wismoyo yang juga Ketua OC SEA Games XIX itu dikemukakan di hadapan sekitar 1.600 pelajar anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) DKI Jakarta dalam acara temu wicara dengan Ketua Umum KONI Pusat di Gedung Djakarta Theater, Rabu.

Acara itu dimak sudkan untuk menggalang dan meminta dukungan para pelajar DKI Jakarta untuk ikut menyukseskan SEA Games XIX di Jakarta pada 11-19 Oktober mendatang di Jakarta yang bettepatan dengan hari libur sekolah.

Menjawab pertanyaan salah seorang siswa yang menanyakan tentang perkembangan dan simpang-siurnya pengedaran stiker SEA Games, Wismoyo mengharapkan agar·masalah itu tidak dibesar-besarkan.

“Jangan sampai masalah ketimpangan kecil dalam penyebaran stiker itu merusak pola dan sistem yang telah kami kembangkan untuk menggalang dukungan masyarakat dalam menyelenggarakan pesta olahraga SEA Games yang merupakan tugas ban gsa dan negara.” kata Wismoyo.

Kemudian mantan KSAD itu menjel askan tentang tugas dan instruksi Presiden Soeharto kepada dirinya untuk berbuat semaksimal mungkin agar mampu meraih dwi sukses di SEA Games mendatang.

“Dua sukses yang dipetintahkan Presiden Soeharto itu adalah sukses sebagai tuan rumah dan penyel enggara setta sukses meraih gelar juara umum yang diambil negara lain di Chiamg Mai dua tahun lalu.” tegas Wismoyo.

Namun, tambahn ya, pihaknya sebagai orang yang bertanggungjawab, tidak mampu mengumpulkan dana sebesar sekitar Rp 105 miliar untuk dana Pelatnas dan penyelenggaraan.

“Karena saat ini ban gsa Indonesia masih membutuhkan dana besar untuk menanggulangi kemiskinan, maka kami mengajak mitra kami dati swasta, meskipun pihak konsorsium swasta itujuga tidak mampu menyediakan dana seluruhnya, sehingga kami mencoba menggali dana melalui stiker.” katanya.

Karena sukses SEA Games itu adalah sukses untuk seluruh bangsa dan negara, tambahnya, maka pihaknya mencoba melibatkan masyarakat dengan meminta dukungan sumbangan melalui stiker SEA Games.

“Saya kira penyimpangan itu kecil sekali, jadi tak perlu dibesar-besarkan, dan saya merasakan ada pihak-pihak tertentu yang punya maksud-maksud tertentu.” kata Wismoyo tanpa merinci lebih jauh.

“Nggak Selamet”

“Saya tak akan pernah mengambil sedikit pun dana SEA Games, semuanya akan dipertanggungjawab kan kepada masyarakat. Jika saya menyelewengkan dana itu, doakan saja saya biar ‘nggak selamet’.” katanya.

Dijelaskan pula bahwa dana sebesar Rp 105 miliar itu sangat kecil dibandingkan dengan dana yang telah dikeluarkan oleh Thailand saat menjadi tuan rumah SEA Games XVIII di Chiang Mai, Desember 1995.

“Untuk dana Pelatnas saja, mereka mengeluarkan dana 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 2,3 triliun, sedangkan kita tak lebih dari Rp 35 miliar).” katanya.

Sementara itu Kakanwil Parpostel DKI Jakarta, Pidjo Basuki menjelaskan bahwa pemungutan dana SEA Games melalui pelanggan telepon di Jakarata tidak akan disertai stiker.

“Dalam rapat pertemuan antara kami dengan pihak konsorsium swasta dan badan-badan usaha di bawah Departemen Parpostel 6 Mei lalu disepakati bahwa pemungutan dana dari pelanggan telepon di Jakarta tidak melalui stiker.” jelasnya.

Menurut kata Pudjo Basuki, pelanggan yang memiliki telepon biasa akan dikenakan Rp 1.000 per bulan, sedangkan untuk pemilik handphone dipungut sebesar Rp 2.500/bulan.

Di Jakarta, menurut dia, terdapat sekitar 1,6 juta pelanggan telepon biasa dan 400.000 pemilik handphone.

Sumber : ANTARA (01/06/1997)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 566-568.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.