WARGA DKI TANGGAPI MUNDURNYA SOEHARTO

WARGA DKI TANGGAPI MUNDURNYA SOEHARTO[1]

 

Jakarta, Bisnis

Warga Jakarta menanggapi pernyataan pengunduran diri Presiden Soeharto kemarin dengan berbagai ungkapan, sementara suasana Ibu Kota di hari lIbur kemarin jauh lebih ramai dibanding sehari sebelumnya.

Dari pemantauan Bisnis, banyak warga yang sudah menunggu keterangan Presiden Soeharto untuk mengumumkan nama-nama menteri yang akan duduk dalam Kabinet Reformasi di layar kaca sejak pagi, meski acara tersebut baru disiarkan sekitar pukul 09.00 WIB

Sejumlah warga mengakui mereka tidak menyangka keterangan Presiden tersebut ternyata sama sekali bukan mengenai susunan kabinet baru, melainkan pernyataan pengunduran diri dari jabatannya.

“Terus terang saja situasi politik akhir-akhir ini sangat tidak menentu. Banyak yang bilang nggak lama lagi pasti dia (Soeharto) turun. Akhirnya memang menjadi kenyataan.” ujar satu warga di bilangan Pangkalan Jati, Cinere dengan wajah penuh gembira.

Lain halnya dengan warga keturunan yang bertempat tinggal di kawasan Glodok, Kota. Mendengar turun ke jalan serta mengendarai mobil bersama keluarga tanpa rasa takut seperti beberapa hari sebelumnya.

Menurut mereka, situasi akan pulih kembali dengan adanya pergantian kepemimpinan.

Sementara bagi sebagian warga yang belum mengetahui karena tidak mendengar langsung pernyataan Soeharto itu, saling bertanya dan menguping pembicaraan orang lain.

Meski demikian suasana Jakarta pada hari libur Kenaikan Isa Almasih masih belum normal kendati lebih ramai dibanding hari sebelumnya. Jalan-jalan protokol yang sebelumnya diblokir mulai dibuka sejak Rabu malam, kecuali di sekitar kompleks Istana dan lapangan Monas tetap dijaga ketat.

Angkutan umum pun sudah banyak beroperasi meski baru terbatas PPD, Mayasari Bhakti, dan Metromini.

Di beberapa kawasan di Jakbar, banyak warga yang mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh begitu mendengar pengumuman Presiden Soeharto mundur. Suasana di Bogor dan Tangerang juga mulai ramai seusai pengumuman dari Presiden di layar kaca.

Keramaian mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengetahui situasi di gedung DPR/MPR, Senayan juga tidak disia-siakan para pedagang kaki lima. Mereka bahkan menggelar dagangannya hingga ke komplek gedung wakil rakyat itu.

Sebagian besar WNI keturunan yang tidak sempat mengungsi ke luar negeri menilai keputusan Soeharto untuk mundur sangat bijaksana.

“Kalau tetap ngotot, maka yang akan menjadi korban adalah kami-kami ini, rakyat yang hanya mengerti dagang dan bukan politik.” kata Ahan, pemilik restoran di Sawah Besar.

Hal senada dikatakan Junaidy, produser rekaman audio-video. Dalam melampiaskan rasa suka citanya, dia berjanji akan memotong kambing dan menyelenggarakan, syukuran.

Sumber : BISNIS INDONESIA (22/05/1998)

______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 912-913.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.