Waperdam Hankam a.i. Letdjen Soeharto: SIDANG MPRS BLN DJUNI DG. BATAS WAKTU TERACHIR 5 DJULI

Waperdam Hankam a.i. Letdjen Soeharto: SIDANG MPRS BLN DJUNI DG. BATAS WAKTU TERACHIR 5 DJULI [1]

Djakarta, Antara

Waperdam bidang Hankam a.i. Letdjen Soeharto dalam menjambut delegasi besar dari mahasiswa2 dan peladjar dalam KAMI dan KAPPI selasa pagi didepan gedung Staf Angkatan Bersendjata di Djakarta menjerukan, agar rakjat djangan merasa chawatir tentang ditundanja sidang MPRS dan bahwa sidang tersebut telah ditetapkan waktunja jaitu dalam bulan Djuni dengan batas waktu terachirnja tanggal 5 Djuli.

Dinjatakan bahwa batas waktu terachir itu telah mendapat pesetudjuan Presiden dan diambil karena mengandung arti sedjarah jaitu hari Dekrit Presiden, demikian Letdjen Soeharto.

Delegasi besar itu telah menjampaikan resolusi mereka jang diantaranja meminta agar sidang MPRS diselenggarakan pada tanggal 1 Djuni menuntut penurunan harga dan mengenai Kabinet jang telah disempurnakan lagi belum dirasakan kesempurnaannja.

Dalam mendjawab resolusi mereka tentang penurunan harga, Letdjen Soeharto menandaskan bahwa memperbaiki kebobrokan ekonomi kita jang selama ini terasa tidaklah segampang jang diperkirakan.

Untuk itu sedikit demi sedikit akan terlaksana oleh Pemerintah sadja, tapi harus mendapat bantuan penuh dari mahasiswa dan peladjar, demikian Waperdam bidang Hankam a.i.

Kegiatan Konstruktif

Letdjen Soeharto meminta para mahasiswa dan peladjar untuk melakukan kegiatan2 jg. kontsruktip dan djangan sampai tindakan2 mahasiswa dan peladjar itu digunakan oleh oknum2 kontra revolusi PKI jang masih berkeliaran.

Waperdam Hankam a.i. djuga mengharapkan agar para mahasiswa turut membantu perekonomian kita sekarang ini.

Dikatakan selandjutnja bahwa salah satu sebab kenaikan harga adalah karena kurangnja pengangkutan bahan2 dari desa kekota, karena adanja ketakutan pada pengangkut barang2 tersebut jang diakibatkan oleh “oknum” jang menakuti mereka.

Karena itu mendjadi tugas para mahasiswa dan peladjar untuk mentjegah rasa ketakutan ini dan turut membantu untuk tidak mematjetkan pengangkutan, “Misalnja dengan tidak mengadakan aksi2 dengan menjetop truck jang perlu untuk angkutan barang2”, kata Letdjen Soeharto.

Dalam hubungan ini Letdjen Soeharto menjatakan bahwa “saja bukannja mengeritik saudara2 tapi saja minta hal ini untuk ditindjau”.

Waperdam Hankam a.i. telah meminta sendiri delegasi tersebut memberi sambutannja dihalaman depan gedung SAB dengan didampingi Menteri2 Panglima Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Kepolisian. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (24/06/1966)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 337-338.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.