Wapangsar KOGAM Djen. A.H. Nasution: KINI RAKJAT BANGKIT MENEGAKKAN KEADILAN & MENGGANJANG KEBATHILAN

Wapangsar KOGAM Djen. A.H. Nasution: KINI RAKJAT BANGKIT MENEGAKKAN KEADILAN & MENGGANJANG KEBATHILAN [1]

 

Djakarta, Antara

Wapangsar KOGAM Djenderal Abdul Haris Nasution mengatakan, setelah revolusi kita diselewengkan oleh beberapa gelintir manusia kini rakjat sedang bangkit menegakkan kebenaran, keadilan dan menggugat serta mengganjang jang bathil, jang salah dan jang menjeleweng.

Hal ini dikemukakan oleh Djenderal Nasution dalam sambutannja pada upatjara peringatan ulang tahun Hansip/Hanra ke- IV pada suatu upatjara di Pusdik hansip, Salemba, Djakarta.

Hadir pada atjara itu al. Wakil Gubernur Djaya, Dr. Soewondo, Pjs Kahansip/Hanra KoL Soedijono serta para perwira ABRI lainnja.

Pada awal amanat tertulisnja jang dibatjakan Letkol Soetowo berkata Djenderal Nasution; “Pada tahun jang lampau ketika ramainja kita mengganjang projek Nekolim “Malaysia” petjahlah gerakan penjelewengan, pengchianatan jang menamakan diri “G-30-S” jang terang didalangi PKI. Ternjata mereka selain mendapat bantuan dari penjokong2 gelapnja jaitu dari mereka jang menamakan dirinja pemimpin rakjat mendapat pula bantuan dari luar negeri dalam bentuk tertentu. Disamping kita harus mengamankan potensi konfrontasi kita terhadap segala aksi nekolim maka kita harns menderita korban jang tinggi akibat penjelewengan dan pengchianatan dari dalam itu. Disamping kita harus mempertahankan negara kesatuan Pantjasila kita harus mentjegah pengchianatan jang akan menjelewengkan ideologi Pantjasila kita.

Diatas pengorbanan rakjat dan penderitaan perdjuangan pemulihan keamanan dalam negeri dan konfrontasi, beberapa gelintir manusia dengan giat melampiaskan nafsu ambisinja serta hidup setjara jang tidak sesuai dengan keadaan revolusi kita.

Pimpinan jang sangat diperlukan untuk konfrontasi rakjat jang sangat diperlukan untuk pemeliharaan potensi revolusi dibunuh oleh pengchianat G-30-S/PKI, sedangkan kekajaan jang sangat diperlukan untuk pembangunan dan perdjuangan mereka hambur2kan setjara tidak bertanggung djawab”

Peranan Hansip-Hanra Penting

Menurut Djenderal Nasution, peranan Hansip/Hanra didalam menumpas “G- 30-S”sangat penting.

Dikatakan bahwa peranan Hansip tidaklah ketjil chususnja untuk mengikis habis sisa2 Gestapu dan membantu ABRI, Kesadaran dan swadaya, rakjat sungguh terpudji dan wadjib dikembangkan dan dipupuk terus, kata Djenderal berbintang empat itu.

Berbitjara tentang dasar negara Pantjasila dan Saptamarga ditandaskan oleh Wapangsar KOGAM, bahwa keduanja merupakan sumber pantjaran djiwa dari ABRI dan Hansip/Hanra.

Selandjutnja kata Djenderal Nasution pula, UUD 45 adalah pegangan politik utama bagi ABRI serta Hansip/Hanra, Menjeleweng dari UUD 45 berarti menjeleweng dari politik pokok negara, demikian Djenderal Nasution.

Djenderal Nasution mengharapkan agar kita sama2 mentjegah penjelewengan UUD 45 dan mempertahankan UUD tsb, setjara mati2an. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (20/04/1966)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 263-265.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.