Wakil Perdana Menteri

Wakil Perdana Menteri[1]

 

TANGGAL 27 Maret 1966, Presiden Soekarno membentuk Kabinet Dwikora dan menetapkan Letnan Jenderal Soeharto sebagai Wakil Perdana Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan.

Penunjukan Letnan Jenderal Soeharto menjadi Wakil Perdana Menteri berlangsung dua minggu setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

Mengenai Supersemar, ada sekelompok orang yang sebagai kudeta merangkak. Ada pula yang menyebut menyebar isu bahwa Presiden Soekarno marah besar karena berdasarkan Supersemar, atas nama Presiden, PKI dibubarkan.

Dari fakta sejarah di atas, yang menyebut kudeta merangkak, pada kenyataannya, Soekarno tetap sebagai Presiden, tidak ada kudeta, tidak ada perebutan kekuasaan.

Kudeta berasal dari bahasa Perancis coup d’etat yaitu tindakan perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah, menyerang pusat kekuasaan dengan kekuatan bersenjata dan seketika kekuasaan berpindah tangan.

Selanjutnya, jika Presiden Soekarno marah kepada Letnan Jenderal Soeharto, mengapa kemudian beliau malah mengangkat Letnan Jenderal Soeharto menjadi Wakil Perdana Menteri dan dinaikkan pangkatnya menjadi Jenderal?

Sebagai Presiden, Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, yang memiliki kekuasaan pemerintahan dan kenegaraan, dengan sangat mudah bagi Presiden Soekarno untuk melakukan pemecatan atau memberhentikan Letnan Jenderal Soeharto dari semua jabatan, jika ia dianggap salah dalam melaksanakan Supersemar, namun pada kenyataan malah sebaliknya.

Dan dalam pidato Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1966 berjudul “Jangan Sekali Kali Melupakan Sejarah–JASMERAH”, Bung Karno mengatakan;

“Dan Jenderal Soeharto telah mengerjakan perintah itu dengan baik, dan saya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Soeharto.”

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 80-82.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.