WAKIL KETUA DPR SYARWAN HAMID : KALAU REFORMASI GAGAL, SAYA MUNDUR

WAKIL KETUA DPR SYARWAN HAMID : KALAU REFORMASI GAGAL, SAYA MUNDUR[1]

 

Jakarta, Republika

DPR telah melayangkan surat ke Presiden Soeharto untuk meminta waktu konsultasi berkaitan dengan pernyataan mundurnya, Kamis lalu. Kini, menurut wakil ketua DPR/MPR Syarwan Hamid, pihaknya tengah menunggu jawaban soal kesediaan Presiden menerima pimpinan DPR tersebut.

“Kita sudah kirim surat Kamis lalu. Isinya meminta waktu untuk konsultasi. Tapi belum ada tanggapan. Beliau kan baru datang hari ini (kemarin).” ujarnya kepada wartawan seusai menerima delegasi mahasiswa Unas, kemarin.

Syarwan juga menegaskan akan mudur dari jabatannya jika tuntutan reformasi yang kini sedang diperjuangan DPR tidak berhasil.

“Kalau saya tidak bisa memperjuangkan reformasi ini, saya merasa gagal, kalau perlu mundur saja. Hanya sampai di situ saja. Saya tidak bisa menjanjikan yang belum terjadi atau akan saya tumpahkan apa yang ada di hati. Nanti jadi slogan melulu.” kata Syarwan yang kemarin ditemani wakil ketua DPR/MPR Fatimah Achmad.

Dalam dialog dengan Unas maupun rombongan tamu lainnya seperti PPK Kosgoro dan DPP KNPI, Syarwan juga banyak ditanya tentang upaya reformasi yang dilakukan DPR. Yang jelas, katanya, aspirasi yang disampaikan ketiga rombongan itu substansinya sama dengan yang diinginkan Dewan.

“Karenanya kami sekalian mohon doa restu. Saya kira perjalanan ini masih banyak, penuh onak dan duri, bukan jalan tol yang rata dan mulus.” kata Syarwan yang kemarin ditemani wakil ketua Fatimah Achmad.

Kepada para mahasiswa itu, dia mengingatkan sekarang sudah muncul pihak­pihak yang memanfaatkan kesucian reformasi untuk kepentingan lain.

“Dalam menyikapi perkembangan, kami mendukung 1.000 persen kepada reformasi tapi kita kutuk pencoleng 1.000 persen. Jangan ada yang berlindung di balik nama suci reformasi untuk membuat kerusuhan.” katanya.

Hal yang sama juga dilontarkan Ketua DPP Golkar HR Agung Laksono dalam pernyataan sikap DPP Golkar selepas shalat Jumat. Menurut Agung yang juga Menpora, reformasi tak mungkin dilaksanakan dalam keadaan rusuh dan tidak stabil.

“Golkar menilai bahwa kerusuhan yang terjadi jika dibiarkan akan menodai makna reformasi yang diperjuangan oleh mahasiswa dan masyarakat,” kata Agung dalam jumpa yang didampingi Ketua Departemen Pemuda Rambe Kamarulzaman.

Menurutnya, jika keadaan rusuh dan tidak stabil, maka hal itu sangat tidak kondusif untuk melaksanakan reformasi. Yang jelas Golkar sepenuhnya mendukung gerakan moral yang dipelopori mahasiswa untuk melak:ukan reformasi.

“DPP Golkar akan tetap konsisten untuk memperjuangkan dan melaksanakan reformasi lewat FKP di DPR. tuturnya.

Menjawab pertanyaan, Syarwan mengaku pimpinan majelis sama sekali belum membahas pencabutan pernyataan presiden yang disampaikan Menpen Alwi Dahlan.

“Itu yang belum kita bahas, karena itu penjelasan baru. Yang kita interprestasikan adalah pernyataan di Kairo.” katanya.

Karena itu, lanjutnya, pimpinan MPR sampai saat ini belum membuat keputusan. Berbagai rapat yang membahas persoalan itu belum selesai. Apalagi, menurutnya, ada perkembangan baru yang masih harus dikaji.

Sumber : REPUBLIKA (16/05/1998)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 310-311.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.