WAHYU NUSANTARA AJI BERATNYA SUDAH LEBIH DARI TUJUH KG

WAHYU NUSANTARA AJI BERATNYA SUDAH LEBIH DARI TUJUH KG[1]

 

Mataram, Antara

Penduduk Indonesia ke-200 juta yang lahir di dusun Sepapan, desa Jerowaru, Kecamatan Keruak (Lombok Timur), Wahyu Nusantara Aji, kini dalam keadaaan sehat dan beratnya sudah lebih dari tujuh kilogram.

“Bayi yang kini telah berusia tiga bulan enam hari itu perkembangan badannya cukup bagus, ketika lahir 4 Februari lalu beratnya 3,9 kg kini bertambah menjadi lebih dari tujuh kilogram.” kata Kakanwil BKKBN Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. DN. Sutrisno, kepada ANTARA di Mataram, ketika dimintai keterangan mengenai perkembangan penduduk Indonesia ke-200 juta itu.

Wahyu Nusantara Aji, nama dari Presiden Soeharto, yang lahir dari pasangan suami istri, Ahmad Riyadi, SE (28) dan Rohana (26) itu perawatan kesehatannya diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

“Sementara Kepala BKKBN Lombok Timur secara rutin menugaskan karyawannya untuk bergiliran memantau kesehatan bayi tersebut dan hingga sekarang keadaannya tetap sehat.” ujarnya.

Wahyu ketika lahir dan ditetapkan sebagai penduduk Indonesia ke-200 juta mendapat banyak bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun Pemda NTB serta Bupati Lombok Timur dan sejumlah pengusaha.

“Kita akan memperhatikan bayi tersebut secara terus menerus, sehingga diharapkan nantinya menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.” katanya.

Pihaknya juga akan menyelenggarakan acara ulang tahun pertama, kedua dan ketiga bayi tersebut yang akan dimulai pada 4 Februari 1998, dan kemungkinan akan dihadiri sejumlah pejabat dari pusat.

Pada tanggal 1 April lalu Wahyu menerima asuransi dari PT. Jasa Raharja selama 25 tahun yang diserahkan Menteri Transmigrasi dan PPH, Ir. Siswono Yudohu sodo bersama-sama dengan 49 bayi lainnya yang lahir pada 4 Februari 1997 di NTB.

Kelahiran bayi ke-200 juta tersebut membuktikan keberhasilan pembangunan di daerah ini, yaitu selain di bidang pangan, juga Sumber Daya Manusia (SDM).

Dengan kelahiran Wahyu Nusantara Aji tersebut diharapkan dapat membawa keberuntungan bagi dirinya sendiri, keluarga dan daerahnya.

Sumber : ANTARA (10/04/1997)

____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 789-790.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.