VOLUME PERDAGANGAN INDONESIA-CHINA TERUS MENINGKAT

VOLUME PERDAGANGAN INDONESIA-CHINA TERUS MENINGKAT[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua Umum Lembaga Indonesia-China, Sukamdani Sahid Gitosardjono menilai, sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada 1990, volume perdagangan Indonesia-China terus meningkat.

“Volume perdagangan Indonesia-China yang pada 1990 tercatat hanya 1.486,73 juta dolar AS, pada 1995 melonjak menjadi 3.236,94 juta dolar.” kata Sukamdani kepada pers di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya, komoditi ekspor Indonesia ke China antara lain meliputi kayu olahan, minyak sawit, karet, pupuk, bahan bangunan seperti semen dan besi beton, adapun komoditi impor Indonesia dari China sebagian besar berupa barang modal.

Sementara itu investasi China di Indonesia sampai Juli 1996 tercatat 186,06 juta dolar AS bergerak di bidang industri kertas, kimia, mineral non logam, industri barang logam, bangunan, kawasan industri dan jasa perdagangan.

Ketika ditanya tentang investasi pengusaha Indonesia di China, Sukamdani mengatakan, saat ini tercatat sekitar 200 juta dolar AS.

Dalam upaya lebih meningkatkan volume perdagangan kedua negara pada 28 Agustus 1996, di Jakarta akan diselenggarakan seminar perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi Indonesia-China.

Seminar yang akan diikuti oleh 25 pengusaha China dipimpin Mantan Dubes China untuk Indonesia Qian Yongnian yang juga Wakil Ketua Lembaga China­ Indonesia dan puluhan pengusaha Indonesia itu akan dibuka oleh Menperindag Tunky Ariwibowo.

Pihak China akan menyampaikan makalah yang menyangkut kerja sama perdagangan, industri dan investasi antara kedua negara dalam upaya lebih meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.

“Dari pihak Indonesia akan berbicara taipan Mochtar Riyadi dari Lippo Group dan Alim Markus pimpinan Maspion Group.” katanya.

Konperensi Tahunan

Lembaga Indonesia-China pada medio September 1996 juga akan menyenggarakan konperensi tahunan di mana delegasi Lembaga China-Indonesia akan dipimpin oleh Ketuanya Wang Guangying yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China.

Selama berada di Indonesia Wang selain akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto, juga akan mengunjungi Yogyakarta dan Bandung.

Konferensi tahunan lembaga tersebut akan menetapkan program kerja bersama tahun 1997, demikian Sukamdani.

Sumber : ANTARA (23/08/1996)

_____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 396-397.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.