VIETNAM LAMBANG KEULETAN DAN KEMENANGAN

SOEHARTO: VIETNAM LAMBANG KEULETAN DAN KEMENANGAN

Pertemuan Dua Jam Penuh Pengertian & Persaudaraan

Indonesia menghargai langkah-langkah negara-negara tetangga dan yakin langkah-langkah itu memberi sumbangan positif bagi stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Presiden Soeharto yang berpidato pada jamuan makan malam kenegaraan Kamis malam di Istana Merdeka menghormati tamunya Perdana Menteri Vietnam Pham Van Dong mengatakan, bagi negara-negara ASEAN perdamaian bukan hanya sekedar tekad, tetapi sudah menunjukkan kemajuan.

Kata Presiden, pengalaman mengajarkan bahwa perdamaian antar bangsa dapat terwujud dengan semangat saling mengerti, saling percaya dan persahabatan yang tulus, "semangat itulah yang menjadi semangat ASEAN", kata Presiden.

"Semangat ini pulalah yang melandasi tukar pikiran dari hati ke hati dalam pertemuan kita, yang menggambarkan membuka halaman baru bagi terjalinnya saling pengertian, persahabatan dan kemungkinan kerjasama yang lebih erat dihari mendatang", kata Presiden.

Presiden mengatakan jika telah dikembangkan saling memahami, saling percaya dan persahabatan terbukalah lebar-lebar untuk bekerjasama bagi kemanfaatan semua fihak.

Bangsa Indonesia sangat mengenal Vietnam, kata Presiden dan bagi Indonesia, Vietnam bukan saja sebuah negara merdeka, melainkan lebih merupakan lambang keuletan suatu bangsa dan kemenangan bangsa yang berjuang tanpa mengenal putus asa.

Presiden Soeharto mengatakan pula, dunia menjadi tentram apabila semua bangsa diakui hak azasinya untuk menentukan corak kehidupannya sendiri membangun masa depannya sendiri dan memilih sendiri jalan yang ditempuh untuk mewujudkan cita­citanya.

Pembicaraan Dua Jam

Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam Pahm Van Dong hari ini, selama duajam di Istana Merdeka, telah mengadakan pembicaraan resmi pihak pertama.

Di ruang lain, Menteri Perdagangan dan Koperasi Radius Prawiro didampingi oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri Dang Viet Chau didampingi Duta besar, mengadakan pula pembicaraan yang juga disebut babak pertama. Kedua pembicaraan tersebut dilanjutkan besok hari Jumat ditempat yang sama.

Menteri Soedharmono, selesai pertemuan itu mengatakan bahwa suasana pertemuan tersebut penuh dengan rasa persaudaraan dan saling pengertian dan saling percaya mempercayai.

Apa yang dibicarakan kedua Kepala Pemerintahan itu, Soedharmono tidak bersedia menyebutkan karena pembicaraan masih akan dilanjutkan bcsok. Ia hanya mengatakan titik tolak pembicaraan pada kerjasama yang diinginkan kedua belah pihak.

Vietnam dengan Indonesia melakukan pembicaraan baru pada taraf penjajagan mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan kerjasama internasional dalam bidang karet dan kopra. Dalam hubungan ini kedua belah pihak saling bertukar informasi.

Selain itu, menurut Radius juga dibicarakan mengenai program komoditi terpadu dimana pihak Vietnam menyatakan mendukung program ini. Dalam hubungan ini, Vietnam sama-sama mengharapkan terlaksanakannya tata ekonomi baru internasional.

Dalam kesempatan pertemuan ini menurut Radius, Vietnam menawarkan bahan baku untuk fosfat. Pihak Indonesia dalam bidang perdagangan menyatakan mampu mengekspor pupuk, semen dan besi beton.

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (22/09/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 721-722.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.