UTUSAN KHUSUS LON NOI TEMUI PRESIDEN SOEHARTO

UTUSAN KHUSUS LON NOI TEMUI PRESIDEN SOEHARTO [1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Republik Khmer, Marsekal Lon Noi secara diam2 ternyata mengirim utusan khusus untuk menemui Presiden Soeharto, Utusan tersebut, Dubes keliling Jenderal Sak Sutsakhon tiba di Jakarta Kamis yang lalu, dan menurut rencana hari Senin ini akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Soeharto, Utusan khusus Lon Noi itu hari Sabtu telah mengadakan pembicaraaan2 pendahuluan dengan Menlu Adam Malik di Departemen Luar Negeri, Tapi tidak diperoleh sesuatu keterangan mengenai apa yang dibicarakan, maupun maksud misi Sak Sutsakhon ke Jakarta.

Pihak Kedubes Khmer yang dihubungi “Kompas” juga tidak banyak membantu, Kami sendiri kurang tahu, program2nya memang dirahasiakan”, kata seorang pejabat Kedubes. Menurut sementara keterangan, utusan khusus Khmer itu sebelum ke Jakarta telah mengunjungi Bangkok, untuk menemui mereka, utusan khusus Lon Noi itu, menjelaskan situasi terakhir di negerinya, pengepungan Phnom Penh oleh Pasukan2 komunis dan meminta Thai untuk segera mengirim beras 40.000 ton yang telah dipesan Khmer Pemimpin Thai, Marsekal Thanom Kittikachorn menganjurkan pada utusan Lon Noi itu, agar Presiden Lon Noi segera mengadakan pembicaraan-pembicaraan dengan pihak oposisi untuk membentuk suatu pemerintahan persatuan guna mengusir komunis.

Sejauh ini belum diketahui apakah selain menjelaskan, situasi terakhir di Khmer, Dubes Sak Sutsakhon juga akan minta bantuan pada Indonesia, seperti yang diharapkan dari Muangthai.

Hanya mengenai kekalutan pemerintah Presiden Lon Noi beberapa waktu berselang. Dubes RI untuk Khmer Letjen Dharsono telah mengemukakan pandangannya, yaitu sama dengan pandangan para pemimpin Thai, agar Lon Noi segera dapat lebih menyatukan kubu kaum Republik guna menghadapi musuh2 bersama mereka. (DTS)

Sumber: KOMPAS (23/04/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 105-106.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.