USUL ANUGERAH “BAPAK PENYELAMAT IDEOLOGI PANCASILA DAN UUD 45” UNTUK PAK HARTO

USUL ANUGERAH “BAPAK PENYELAMAT IDEOLOGI PANCASILA DAN UUD 45” UNTUK PAK HARTO[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda (GM) Kiara mengusulkan kepada pemerintah agar Jenderal Besar TNI AD (Pur) Haji Muhammad Soeharto dianugerahkan sebagai “Bapak Penyelamat Ideologi Pancasila dan UUD 1945”, demikian pernyataan politik yang dikeluarkan DPP GM Kiara, Selasa (24/2) di Jakarta.

Alasan penganugerahan itu, menurut Ketua Umum DPP GM Kiara, Andi Rasyid Djalil, karena Pak Harto, sewaktu menjabat Pangkostrad telah berani dan tidak ragu-ragu mengambil keputusan untuk menumpas Gerakan 30 September 1965.

Penumpasan G30S/PKI itu sendiri, kata Andi Rasyid, merupakan pengambilan keputusan yang sangat strategis dilakukan Pak Harto, antara lain bertujuan untuk mengembalikan Ideologi Pancasila dan UUD 1945, sebagai ideologi bangsa dan negara kesatuan RI, dan mempertahankan negara kesatuan RI dan pemerintahan yang sah dan konstitusional.

Di tempat yang sama, Andi juga mengecam tindakan segelintir oknum penimbun sembako (sembilan bahan pokok). Menurut Andi, dampak tindakan oknum penimbun yang ingin mencari kepentingan pribadi itu menyebabkan sulitnya sembako dipasaran.

“Perbuatan mereka sangat merugikan semua pihak. Karena itu, pemerintah harus menindak tegas para oknum penimbun sembako itu.” kata Andi.

Menyinggung operasi pasar yang dilaksanakan DPP Kiara, Andi Rasyid mengatakan, kegiatan ini dilakukan semata-mata tidak ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan sembako, tetapi lebih dari itu operasi pasar ini juga memiliki muatan ajakan dan imbauan. Antara lain, mengajak seluruh potensi bangsa untuk menyatukan langkah dan persepsi untuk menyikapi tindakan para spekulan ini secara bertanggung-jawab. Kemudian mengajak seluruh potensi bangsa untuk selalu melakukan check and richcek terhadap isu-isu yang tidak bertanggungjawab, sehingga kita semua tidak terlihat main hakim sendiri.

“Ajakan dan imbauan DPP GM Kiaraini, kami sampaikan, karena beberapa hari lagi para wakil rakyat kita akan melakukan Sidang Umum (SU) untuk menetapkan GBHN serta memilih Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu, kita harus bertanggungjawab menjaga keamanan dan ketertiban demi suksesnya pelaksanaan SU itu.” ujarnya.

Sumber : Suara Karya (25/02/1998)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 26-27.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.