“USIA PANJANG MEMBUAT ORANG SEMAKIN ARIF”

“USIA PANJANG MEMBUAT ORANG SEMAKIN ARIF”[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Presiden Soeharto mengajak para lanjut usia untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, karena penantian pada diri proses alamiah yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.

“Usia panjang membuat orang makin arif,” kata Kepala Negara dalam sambutannya pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang disiarkan melalui RRI dan TVRI ke seluruh Indonesia semalam.

Kepada generasi muda Presiden mengingatkan bahwa menghargai para lanjut usia terlebih orang tua sendiri merupakan perbuatan mulia. Agama-agama yang hidup di Tanah Air, ujar Kepala Negara, juga sama-sama mengajarkan betapa pentingnya menyantuni para orang tua.

“Memelihara dan menyantuni orang tua adalah pengabdian, bukan saja kepada orang tua sendiri, melainkan juga pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Presiden.

Karena itu, menurut Kepala Negara, mengajak orang tua lanjut usia untuk tinggal bersama-sama dengan anak cucu, merupakan kewajiban moral generasi yang Iebih muda, yang akan membawa rasa kebahagiaan tersendiri dalam hidup.

Budaya lndonesia, jelas Presiden, tidak mengajarkan agar orang tua lanjut usia ditempatkan di tempat penampungan khusus, kecuali dalam keadaan yang amat terpaksa.

“Tentu hal ini memerlukan kesabaran dan ketabahan. Namun, jika semua itu dilakukan dengan niat yang ikhlas, niscaya akan membawa kebahagiaan batin yang mendalam.”

Untuk itu, Kepala Negara mengajak seluruh warga masyarakat melakukan hal­-hal yang memudahkan berbagai urusan para lanjut usia. Kemudahan itu, kata Presiden, antara lain dalam pengurusan perumahan, pelayanan kesehatan, kartu penduduk seumur hidup serta kemungkinan memberikan keringanan biaya penggunaan alat-alat angkutan umum bagi para Ianjut usia yang melakukan perjalanan.

“Saya mengajak kalangan dunia usaha untuk memberikan kesempatan pada para purna bakti dan lanjut usia yang masih mampu bekerja untuk menggunakan jasa mereka sesuai dengan kemampuan para lanjut usia masing-masing,” tegas Kepala Negara.

Presiden mengatakan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut ini, di satu pihak, menggembirakan kita semua, namun di lain pihak, memberi tantangan baru yang harus dicari pemecahannya. Pada akhir Repelita VI, pemerintah mengharapkan usia rata­-rata harapan hidup akan meningkat menjadi 65 tahun.

Pada satu sisi, tutur Kepala Negara, pemerintah sedang giat-giatnya mengembangkan berbagai program pembinaan kelompok ibu dan anak serta generasi muda agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu. Di sisi lain, kata Presiden, jumlah penduduk usia lanjut makin bertambah.

Karena itu, ujar Kepala Negara, mulai sekarang perlu menyiapkan program­-program bagi usia lanjut, agar mereka yang telah berjuang bagi bangsanya dapat hidup dalam keadaan sehat, tetap produktif, dan bahagia di hari tua. (Rid/AWIN-1)

Sumber: MEDIA INDONESIA (09/06/1997)

_______________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 771-772.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.