USAI PAK HARTO BERPIDATO MASYARAKAT MERASA LEGA

USAI PAK HARTO BERPIDATO MASYARAKAT MERASA LEGA[1]

 

 

Jakarta, Media Indonesia

Pidato Presiden Soeharto yang disampaikan Selasa kemarin mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Di Lampung warga mengerumuni pesawat televisi baik di rumah, kantor, kampus, rumah makan dan toko. Situasi kantor dan jalan-jalan di Bandar Lampung sejak pukul 09.00 WIB, saat Presiden mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, ulama, dan cendekiawan agak sedikit lengang, meski aktivitas berjalan normal. Toko-toko banyak yang masih tutup, akibat trauma kerusuhan di Jakarta 14 Mei.

Di Pemda Kodya Bandar Lampung misalnya, pegawai dan masyarakat yang kebetulan berada di Pemda tersebut mengerumuni televisi. Meski sebelumnya nampak tegang karena mereka cemas terhadap kemungkinan buruk bakal terjadi dari pernyataan Presiden Soeharto, akhirnya mereka menurut Antara mengaku lega.

“Kami lega dengan apa yang telah disampaikan Pak Harto.Yang penting bagi kami apa pun bentuk reformasi itu berakhir baik dan Bangsa Indonesia segera terhindar dari krisis dan situasi negara dan rakyat aman,” kata beberapa karyawan.

Sementara itu masyarakat menggelar siskamling, terutama di kompleks permukiman mewah, pusat perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Di Surabaya, para tokoh agama, mahasiswa, wartawan, dan masyarakat Jatim yang menyaksikan melalui pesawat televisi di Gedung Negara Grahadi, bertepuk tangan setelah mendengar pernyataan Presiden Soeharto akan membentuk Kabinet Reformasi.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Djaja Suparman meminta masyarakat Jawa Timur agar jangan panik dan justru melarikan diri kalau mendapat ancaman dari perusuh yang akhir-akhir ini mulai menjalar ke Jatim, terutama di Surabaya.

Di Ambon, perombakan kabinet diharapkan akan mampu mendukung perbaikan perekonomian nasional.

“Semoga kabinet yang baru nanti bisa memulihkan kondisi negara yang saat ini memprihatinkan,” kata Noce Hentihu pemuka masyarakat.

Ketua Muhammadiyah Maluku Drs Idrus Tatuhey berkomentar apa yang dikemukakan Pak Harto merupakan ekspresi situasi ekonomi, politik , sosial, dan hukum di negara kita.

“Apalagi menciptakan pemerintah yang bersih dan terpercaya,” tambah dosen FISIP Unpatti Ambon itu.

Ketua DPRD Maluku, Drs Hj Fatah Syah Doa ketika mengemukakan reformasi merupakan tindakan suci guna menghilangkan krisis.

“Paling tidak rakyat tidak lagi gelisah,” ujarnya.

 

Doa ‘pamabang’

Lain lagi yang dilakukan warga Pontianak. Untuk melindungi warga Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, dari ancaman bahaya dan malapetaka, Dewan Adat Dayak Kahayan (DADK) melakukan doa pamabang (tolak bala) di simpang empat menuju Kapuas. Doa yang dipimpin Ketua DADK Pontianak Drs. Ibrahim Banson dilakukan lengkap dengan menyembelih ayam dan anjing untuk diambil darahnya sebagai syarat tolak bala. Upacara mendadak itu juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya sesuatu pada 20 Mei ini.

Di Bengkulu, tambahAntara kawasan pertokoan dan perbankan di Simpang Lima Jl Suprapto, sebagai pusat bisnis dan niaga tetap beroperasi seperti biasa dengan mendapat penjagaan dari aparat keamanan. Menurut seorang pemilik toko, Ali Munir, keberadaan petugas memberikan perasaan lega bagi mereka. Meski belum ada kerusuhan di kawasan pertokoan, melihat situasi yang berkembang banyak pemilik toko merasa was-was dalam menjalankan usahanya.

Di Denpasar pemilik toko pasar swalayan, maupun pasar tradisional masih waswas membuka usahanya, meskipun Danrem 163/Wirasatya Kol Inf Made Yasa menjamin Bali aman. Sementara Pemda Bali menyatakan berhubung ‘satu dan lain hal’ peringatan bersama Harkitnas 20 Mei 1998 ditiadakan.

Di Bandung, hingga Selasa baru separo yang mulai kembali beroperasi. Lembaga keuangan yang sudah mulai beroperasi pada umumnya bank-bank milik pemerintah.

 

Pulang ke Negaranya

Sementara itu sebanyak 150 warga asing yang bekerja di berbagai perusahaan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya PT Newmont Nusa Tenggara pulang ke negaranya masing-masing. Gubernur NTB H Warsito mengatakan, mereka kembali ke Amerika Serikat dan Australia dalam waktu yang tidak ditentukan. Akibatnya tenaga lokal yang bekerja di perusahaan milik orang asing tersebut kehilangan pekerjaan.

Di Sumatera Utara, masih banyak WNI yang ke Malaysia maupun Singapura Bandara Polonia- masih disesaki warga yang ingin ‘istirahat sejenak’ di negeri orang.

“Saya mau ke Singapura dulu,” tutur Suyanto alias Ah Win.

Pengusaha warga Medan ini pergi bersama istri, kedua anak, dan kedua orang tuanya.

Sementara kota Medan kembali ‘mencemaskan’ sejak lewat tengah hari kemarin. Sejumlah kendaraan militer menyebar di tempat-tempat strategis. Banyak toko yang sempat buka pagi hari tiba-tiba tutup di siang hari. Sejumlah bangunan yang terbuat dari kaca ditutup dengan triplek, termasuk milik DPRD Sumut.

Di Solo, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sinuhun Paku Boewono XII meminta agar dalam memperjuangkan reformasi semua pihak tetap eling Ian waspada, tidak grusa grusu. Berbicara di depan sejumlah seniman. PB XII mengatakan ‘bola’ yang sudah digulirkan diharapkan menghasilkan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bukan sebaliknya.

Di depan tokoh masyarakat dan budayawan Solo (rektor UNS Prof Haris Mudjiman, kepala TBS Murtidjono, Gesang, Waldjinah, Tan Kiem Sing, ketua Perkumpulan Masyarakat Surakarta Budhi Mulyono), Sinuhun berpesan agar reformasi dilakukan hati-hati . Sementara itu Rabu, ini UNS akan menggelar unjuk rasa keprihatinan akbar. (IHJRM/TP/AS/RS/CS/WJ/N-2)

Sumber: MEDIA INDONESIA (20/05/1998)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 399-401.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.