Untuk Bapak Bangsa

Karawang, 29 Mei 1998

Kepada

Yth. Bapak H. Muhammad Soeharto

Mantan Presiden RI

di Tempat

UNTUK BAPAK BANGSA [1]

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Bangsaku:

Bapakku, apa khabarnya? Semoga Bapak sehat wal’afiat dan ada dalam lindungan serta hidayah-Nya, amien. Bapakku saya sebagai warga negara Republik Indonesia belum dapat berbuat banyak saat ini untuk Negara tercinta. Walaupun demikian semangat dan jiwa patriotik bangsa ini tetap berkobar di dada, ingin melihat negeri ini gemah ripah lohjinawi tutur tentrem kerta raharja sebelum badan belakang tanah.

Bapakku, dalam hidupku ini orang yang saya hormati dan saya banggakan setelah Orang Tuaku hanyalah Bapakku Mantan Presiden RI, Ir. Soekarno dan Bapakku Mantan Presiden RI, H. Muhammad Soeharto. Kebanggaan saya karena memiliki Bapak Bangsa yang arif bijaksana yang telah berjuang untuk kebaikan dan kemajuan negara dan bangsa ini, terlepas dari isue latar belakang perolehan kekuasaan kepemimpinan Bapak.

Saya melihat, Bapak sudah semaksimal mungkin membangun negeri ini dengan segala keterbatasan sebagai makhluk Tuhan. Saya berharap agar Bapak tetap sabar, tawakal dan tawadu kepada Allah Swt dengan situasi seperti ini, agar kesehatan Bapak senantiasa prima dan panjang umur.

Saya berdo’a, semoga Allah Swt mengampuni dan memaafkan segala tindak tanduk dan kesalahan Bapak dalam keterbatasannya sebagai manusia selama 32 tahun memimpin negeri ini. Semoga Bapak diberikan kekuatan lahir bathin, kesabaran, ketawakalan dan hidayah­Nya selalu. Amien.

Semoga pemimpin yang akan datang memperoleh Wahyu Cakraningrat/Wahyu Notonegoro agar apa yang diharapkan oleh kami dapat terwujud sepenuhnya, amien ya Robbal Alamien.

Semoga tulisan ini kiranya dapat sedikit menghibur Bapak disaat situasi negara seperti ini. (DTS)

Warga Negara Indonesia

R. Suryaningrat

Karawang

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 583-584. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.