UMAT BUDHA JATENG USULKAN PAK HARTO BAPAK PEMBANGUNAN

UMAT BUDHA JATENG USULKAN PAK HARTO BAPAK PEMBANGUNAN

Umat Budha yang tergabung dalam Gabungan Umat Budha Seluruh Indonesia (GUBSI) Jawa Tengah, hari Minggu, mengusulkan pemberian gelar kepada Presiden Soeharto "Bapak Pembangunan" dan mengharapkan kepada MPR hasil Pemilu 1982 yad. mencalonkan kembali Jenderal TNI Purnawirawan Soeharto sebagai Presiden RI.

Pernyataan umat Budha Jawa Tengah itu merupakan pernyataan yang spontan pada pertemuan umum keluarga besar umat Budha di Wisma Pancasila, Semarang, yang dihadiri Kepala Direktorat Sospol Pemda Jateng Sayid Abas mewakill Gubernur Jateng, Drs. Toeloes mewakili Pimpinan DPD Golkar Jateng dan Walikota Semarang H. lman Suparto SH.

Pernyataan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II Gabungan Umat Budha Seluruh Indonesia Jateng Suryaputra Ks. Suratin. Pernyataan dikeluarkan mengingat umat Budha di Indonesia umumnya sebagai warga negara Indonesia mengharapkan tetap adanya kesinambungan pembangunan Nasional yang mantap, serta stabilitas nasional guna tegaknya negara RI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Mereka mengakui adanya kenyataari bahwa dengan tegaknya pemerintahan Orde Baru yang sudah melaksanakan pembangunan hingga sekarang yang telah dapat dinikmati oleh seluruh umat Budha. Drs. Toeloes dari DPD Golkar Jateng dalam pada itu mengatakan, tetap tegaknya Negara RI yang befalsafahkan Pancasila dan UUD 1945 sejak kemerdekaan 1945 hingga sekarang, berkat kemanunggalan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi tersebut.

Walaupun dalam perjalanannya banyak terdapat rintangan2 atau gangguan antara lain gerakan PKI di Madiun, Gerakan 30 September, Teror Warman dan lain-lain, tetapi karena bangsa Indonesia sudah bertekat bersatu serta manunggal dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945, maka setiap usaha yang bersifat merongrong secepatnya ditindak tegas. (DTS)

Semarang, Antara

Sumber: ANTARA (21/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 144.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.