UCAPAN PRESIDEN MERUPAKAN PERINGATAN

UCAPAN PRESIDEN MERUPAKAN PERINGATAN

Anggota Dewan Pertimbangan Golkar DKI Jakarta Drs.H.Mohd. Kaharuddin mengatakan, apa yang dikemukakan oleh Presiden Suharto dalam pidato tanpa teks pada upacara peringatan Hari Jadi Kopasandha/RPKAD di Cijantung beberapa hari lalu, merupakan suatu warning (peringatan) bagi pemimpin2 orde baru. Sebab isu serupa, lambat laun bisa saja menimpa pimpinan2 orde baru yang lain.

Karena itu, kata Kaharuddin menjawab pertanyaan, Kamis, bahwa kita perlu lebih waspada lagi. Kita jangan sampai terpancing oleh isu-isu yang demikian.

Menurut Kaharuddin, kita harus terus-menerus meningkatkan integritas bangsa dan menjaga tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menunjang pembangunan yang ada.

Bahwa usaha2 yang dilakukan oleh pemimpin orde baru sudah cukup dirasakan dan dinikmati hasilnya oleh rakyat banyak sampai ke desa2, baik secara phisik maupun spiritual, itu sudah jelas, kata Kaharuddin. Karena itu, adalah tidak benar bila ada pihak yang menyatakan bahwa pembangunan yang dilakukan dewasa ini membawa kemelaratan.

Yang jelas, kata Kaharuddin lagi, jika dibanding dengan situasi pada masa sebelum orde baru, keadaan sekarang sudah jauh lebih baik, walaupun belum sempurna secara keseluruhannya.

Menjamin Kesinambungan

Selaku Ketua II Kadin Jaya, Kaharuddin menghimbau agar kader2 Golkar yang ada di Kadin supaya tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan, dan menghindarkan adanya benturan sesama slag orde baru yang dapat menghambat jalannya organisasi dan usaha masing2.

Akhirnya Kaharuddin mengatak:an, kader2 Golkar harus pula berusaha menjamin kesinambungan dan kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa, serta ikut memelihara dan membina keserasian hubungan antar pimpinan, baik secara vertikal maupun horizontal. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (25/04/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 858-861.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.