TUTUT DAMPINGI PAK HARTO KE EROPA, PESERTA PESANTREN KILAT IKUT MENDOAKAN

TUTUT DAMPINGI PAK HARTO KE EROPA, PESERTA PESANTREN KILAT IKUT MENDOAKAN[1]

 

Jakarta, Republika

Dengan didampingi beberapa putra-putrinya, tadi malam (7/7) Presiden Soeharto meninggalkan Tanah Air melalui Bandara Halim Perdanakusuma Presiden akan menuju salah satu negara di Eropa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up).

Presiden, yang mengenakan setelan jas warna gelap, berangkat dari kediaman di Jalan Cendana, Jakarta. Sekitar pukul 21.00 WIB mobil yang membawa Presiden tiba di depan tangga pesawat. Tak lama kemudian Kepala Negara menaiki tangga pesawat, dan pukul 21.20 WIB pesawat MD-11 Garuda Indonesia mulai bergerak untuk kemudian lepas landas.

Tidak semua putra-putri Presiden menyertai keberangkatan ke Eropa ini. Tadi malam tampak mendampingi Presiden : Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Mbak Tutut), Sigit Harjojudanto, Siti Herijadi Prabowo (Titiek), dan Siti Hutami Adiningsih (Mamiek). Selain mereka, ikut pula cucu Presiden, yakni Ragowo Hedi Prasetio (anak Titiek) dan Wiratama (anak Mamiek).

Rencananya, Bambang Triatmodjo, dan Hutomo Mandala Putra serta cucu-cucu yang lain akan menyusul .Namun belurn diketahui kapan mereka akan mendampingi Presiden selama di Eropa.

Selain putra-putrinya, Presiden Soeharto didampingi oleh para ajudan. Tim dokter kepresidenan juga ikut serta dalam rombongan kecil tersebut, antara lain dr. Richard Paul, dr. Hari Sabardi, dan dr. Hendarmin.

Mengingat kunjungan ini bukan kunjungan kenegaraan ataupun kunjungan kerja, tak banyak menteri yang mengantar perjalanan Presiden. Tadi malam, tampak hadir di Bandara Halim Mensesneg Moerdiono, Menseskab Saadilah Mursyid, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Sutiyoso. Keluarga dekat yang ikut mengantar adalah Probosutedjo dan Ibnu Hartono, masing-masing bersama istri.

Diperkirakan, rombongan akan tiba di negara tujuan pukul 08.00 waktu setempat (hari ini, pukul 12.00 WIB). Mengenai negara tujuan tersebut, sebelumnya kantor berita asing AFP dan Reuter menyebutnya Jerman. Namun, hingga tadi malam, Mensesneg Moerdiono tidak menyebutkan negara tujuan rombongan Presiden itu.

“Tepat pukul 21.20, Bapak Presiden dan rombongan terbang menuju Eropa. Hal itu sesuai dengan nasihat dokter kepresidenan tanggal 29 Juni yang lalu.” kata Moerdiono yang memberikan keterangan singkat di bandara setelah pesawat yang dinaiki Presiden lepas landas.

Dalam penjelasannya Jumat lalu, kepada wartawan di Istana Merdeka, Moereliono mengatakan, lazimnya setiap enam bulan Presiden melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan secara rutin dilakukan oleh sebuah Tim Dokter Kepresidenan. Pemeriksaan terakhir dilakukan 29 Juni 1996 oleh tim ini. Menurut tim ini, secara medis Presiden dalam keadaan sehat walafiat, namun disarankan agar kesehatan Presiden didalami lebih lanjut dengan menggunakan alat-alat yang lebih canggih eli luar negeri daripada yang dimiliki di dalam negeri.

Sehari sebelum berangkat, Sabtu lalu, Presiden terlihat bermain golf di Padang Golf Matoa Ciganjur sebanyak sembilan hole. Selama dua jam bermain ditemani konglomerat Mohammad Bob Hasan, Presiden tampak benar-benar menikmati waktu senggang nya itu.

Keberangkatan Presiden Soeharto kemarin diiringi doa oleh ratusan santri yang mengikuti Pekan Pesantren Kilat Nasional (Pelatnas) 96. Acara ini, yang juga dihadiri Menpora Hayono Isman, berlangsung kemarin di Cipayung, Bogor. Doa dipimpin oleh, KH Agus Dharmawan.

Mereka berharap, Presiden dapat segera kembali ke tanah Air dengan selamat untuk mengemban tugas kenegaraan.

“Telah banyak pengabdian dan jasa Bapak Presiden terhadap bangsa dan umat Islam, karena itu ya Allah berikanlah kesehatan kepada Presiden kami.” ucap KH. Agus Dharmawan, pimpinan Yayasan Maulida Fitria Arrohmaniah Cakung, Jakarta Timur, yang menjadi pelaksana kegiatan Pelatnas 96.

Acara doa bertambah khidmat ketika secara bersama-sama para peserta pelatnas melafalkan Surat Al-Fatihah untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto.

“Kita berdoa, mudah-mudah almarhumah Ibu Tien Soeharto diterima amal ibadahnya dan Presiden diberikan kesehatan yang baik.” tambah KH. Agus.

Menpora Hayono Isman yang hadir meresmikan Pelatnas 96, merasa terharu dan bangga, menyaksikan para remaja demikian peduli terhadap kesehatan Presiden Soeharto.

“Mudah-mudahan doa kita bersama untuk kesehatan Presiden Soeharto diterima Allah SWT.” ucapnya.

Sumber : REPUBLIKA (08/07/1996)

______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 656-657.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.