TUTUT : BAPAK DAN SELURUH KELUARGA ADA DI RUMAH

TUTUT : BAPAK DAN SELURUH KELUARGA ADA DI RUMAH[1]

 

 

Jakarta, Republika

Ny. Siti Hardiyanti Rukmana, putri tertua mantan Presiden RI Soeharto, membantah isu bahwa ayahnya tak ada di Indonesia.

“Bapak ada di sini, semua keluarga ada di rumah,” ujarnya kepada wartawan seusai acara serah terima jabatan menteri sosial kepada penggantinya, Prof. Dr. Ir. Justika S Baharsjah, kemarin (25/5).

Seraya tetap tersenyum, putri mantan presiden yang akrab disapa dengan panggilan Tutut itu, mengatakan Pak Harto saat ini dalam kondisi sehat. Bahkan, ia sendiri mengaku merasa senang, kini ayahnya memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Ketika ditanya seputar penggantian Pak Harto sebagai presiden, Tutut mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Seperti kata Pak Harto, kalau memang rakyat menghendaki diganti, ya diganti.” ujarnya.

Sementara ia sendiri mengaku setelah tak menjabat sebagai menteri sosial, tetap akan terus mengabdi sebagai pekerja sosial, seperti yang telah dilakukannya sebelum diangkat menjadi Menteri Sosial Kabinet Pembangunan VII. Karena itu sebagai seorang pekerja sosial, ia menyatakan akan terus mengabdikan dirinya sesuai kebijaksanaan Mensos Kabinet Reformasi Pembangunan.

Acara serah terima jabatan Mensos itu berlangsung di kantor Depsos, di Jakarta, pukul 08.00 WIB sebelum Mensos baru menghadiri sidang pertama Kabinet Reformasi Pembangunan di Bina Graha pukul 09.00. Dalam acara yang menarik perhatian tiga wartawan asing itu, Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab dipanggil Tutut menandatangani surat penyerahan hak, tugas wewenang dan kewajibannya sebagai Mensos, menyerahkan laporan pertanggungjawaban, serta menyampaikan selamat kepada Mensos yang baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Departemen Sosial yang turut meringankan tugas yang saya emban selama dua bulan dan satu minggu terakhir ini,” kata Tutut.

Dalam pidatonya, ia juga melaporkan bahwa hingga 19 Mei 1998 telah terkumpul dana yang mendukung Program Depsos (PPDSKM) sebesar Rp.18.649.601.281, dan yang telah tersalur sebesar Rp.2.274.799.000, sedangkan sisanya diserahkan sepenuhnya kepada Mensos yang baru.

Sementara Mensos Kabinet Reformasi Pembangunan, Justika Baharsjah, mengatakan bahwa tugas Departemen Sosial semakin berat terutama dalam mencapai kemakmuran yang merata serta adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semakin banyak yang diharapkan oleh masyarakat dari Departemen Sosial, sehingga terpulang kepada kita untuk bekerja lebih efisien, disertai kesungguhan dan dedikasi yang tidak pernah surut.” katanya di hadapan para pejabat dan Dharma Wanita Pusat Depsos.

Ia mengatakan perlu dilakukan upaya untuk menjangkau kelompok sasaran dalam masyarakat yang jelas dan rinci, serta pengelolaan program dan proyek yang profesional, terbuka, dan transparan.

“Saya akan senantiasa terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik yang membangun dari segala sisi dan lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sumber : REPUBLIKA (26/05/1998)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 608-609.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.