TURKI PANGSA PASAR POTENSIAL BAGI PESAWAT N-250

TURKI PANGSA PASAR POTENSIAL BAGI PESAWAT N-250[1]

 

Denpasar, Antara

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) BJ. Habibie mengatakan, Turki merupakan pasar potensial bagi pesawat N-250 produksi Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN).

Kepada wartawan, Minggu sore, ketika menunggu kedatangan PM Turki Necmettin Erbakan dan rombongan di bandara Ngurah Rai, Bali, Habibie menyatakan keyakinannya bahwa N-250 berpeluang besar memasuki pasar Turki, yang merupakan negara besar dengan 79 propinsi dan salah satu anggota NATO.

Kecanggihan teknologi pesawat N-250 memungkinkan pesawat buatan Indonesia itu untuk bersaing merebut peluang pasar, walaupun diakuinya pesawat buatan Amerika dan Eropa masih mendominasi pangsa pasar dunia penerbangan saat ini.

Habibie, yang didampingi Menparpostel Joop Ave dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, menjelaskan bahwa sejauh ini Turki sudah menjalin kerjasama dengan IPTN dalam pembelian 52 buah pesawat CN-235.

Order pembelian 52 pesawat oleh Turki itu dimenangkan IPTN melalui tender internasional. Menurut dia, enam dari ke-52 pesawat itu dirakit di Spanyol sedangkan sisanya secara progresif akan dirakit di Turki oleh perusahaan TAI (Tarkish Aerospace Industry).

Hingga kini, lanjut Habibie, TAI sudah mengeluarkan 28 pesawat terbang di mana suku cadangnya dibeli langsung dari IPTN tanpa perantara Spanyol.

Mengenai harga standar N-250, ia memperkirakan dapat mencapai 12 juta dolar AS.

“Tergantung berapa dia mau beli. Kalau beli cukup banyak kami akan merekayasa seperti perakitan  CN-235.” tambahnya.

Sementara itu Joop Ave menyatakan, pihaknya akan menawarkan pembukaan jalur penerbangan Indonesia-Turki. Dengan demikian, Turkish Airways dapat melakukan penerbangan ke Indonesia tanpa harus menunggu pembukaan jalur penerbangan Garuda ke Turki.

Dengan dibukanya jalur penerbangan Indonesia-Turki itu diharapkan arus kunjungan wisatawan kedua negara di masa mendatang akan meningkat.

PM Turki dan rombongan mengunjungi Indonesia selama tiga hari dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara dan menjajaki lebih lanjut kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan.

Selama di Indonesia, PM Turki itu akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Soeharto guna membahas upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Menurut rencana, Senin (19/8) ia dan rombongan bertolak dari Bali menuju Bandung untuk meninjau IPTN.

Sumber : ANTARA (19/08/1996)

________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 389-390.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.