TUNTUTAN PEMBANGUNAN PERTANIAN SEMAKIN BERGETAR DI ACEH

TUNTUTAN PEMBANGUNAN PERTANIAN SEMAKIN BERGETAR DI ACEH

 

Banda Aceh, Antara

Tuntutan pembangunan di sektor pertanian terasa semakin bergetar di Aceh, terutama sejak teknologi canggih melanda daerah ini melalui pembangunan proyek industri bersekala besar di Zona Industri Lhokseumawe tahun 1972, kata Gubernur Aceh, Ibrahim Hasan.

Pada pelantikan dan serah terima jabatan kepala Kanwil Departemen Pertanian Daerah Istimewa Aceh dari drh. Zaini Umar kepada penggantinya Ir. H. Rustam Majid, Sabtu di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Gubernur menjelaskan kehadiran Zona Industri Lhokseumawe telah membawa pengaruh terhadap kesenjangan pertumbuhan penduduk di daerah ini.

Padahal, katanya, tadinya sekitar 75 persen penduduk Aceh yang kini berjumlah sekitar 3,2 juta jiwa bermata-pencaharian di sektor pertanian yang memiliki areal sekitar 75 persen dari 5.625 kilometer persegi luas daerah Aceh.

Sementara di zona industri yang berada di pantai timur daerah Aceh hanya memiliki area 25 persen dari luas daerah Aceh, namun kini jumlah penduduknya mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk Aceh.

Kesenjangan pertumbuhan penduduk itu disebabkan oleh informasi “angin segar” dari zona industri, sehingga banyak penduduk yang meninggalkan begitu saja lahan pertanian yang digarapnya untuk mencari mata pencaharian di zona industri.

Pemerintah DaerahAceh, demikian Gubernur, terus melihat dan memantau tanda­tanda perubahan pertumbuhan penduduk itu, sehingga melahirkan konsep pembentukan “zona pertanian” di wilayah pantai barat, bagian tengah dan tenggara daerah ini, dalam upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan zona industri di wilayah pantai timur Aceh.

Pengembangan zona pertanian yang diawali dengan pencanangan “Gerakan Makmue Nanggroe” oleh Presiden Soeharto tahun 1984 di Meulaboh, Aceh Barat, kini mulai menggetarkan daerah Aceh kembali dalam pertumbuhan pembangunan yang telah lama dimiliki yaitu bidang pertanian, terutama perkebunan.

Karenanya, perhatian pemerintah beserta lembaga yang terkait dalam pengembangan zona pertanian di daerah Aceh sangat menentukan keberhasilan pengembangan zona pertanian tersebut, ucap Gubernur Ibrahim Hasan yang khusus ditujukan kepada Rustam Majid sebagai Kepala Kanwil Departemen Pertanian yang baru dilantik. Sebelumnya ia menjabat salah satu sub-direktorat pada Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian di Jakarta.

 

 

Sumber : ANTARA (24/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 366-367.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.