Tuhan Maha Mendengar

Depok, 4 Juli 1998

Kepada

Yth. Bapak Soeharto

(Mantan Presiden RI)

di Jakarta

TUHAN MAHA MENDENGAR [1]

Dengan hormat,

Dengan surat ini saya sampaikan rasa hormat kami kepada Bapak Soeharto (mantan Presiden Rl) mudah-mudahan Bapak Soeharto beserta keluarga sekarang ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Amin.

Kami menulis surat ini pertama-tama kami sampaikan permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya kepada Bapak Soeharto karena dengan turunnya Bapak Soeharto dari kursi kepresidenan membuat kami selaku mahasiswa mencari Tokoh Masyarakat (orang benar) yang sepadan dengan Bapak tidak ada yang pantas kami jadikan pedoman maupun pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena Bapak Soeharto banyak pengalaman dan juga segudang ilmu pengetahuan yang harus kami ikuti sehingga kami berani menulis surat dengan usaha tidak terpengaruh desakan mahasiswi membuat demonstrasi dari adanya krisis ekonomi maupun krisis moneter.

Dari semuanya itu terlihat gambaran yang sangat jelas bahwa Bapak Soeharto adalah pemimpin yang bijak dan tidak mau tinggal diam kalau ada masalah yang menghancurkan kehidupan masyarakat Indonesia.

Langkah-langkah Bapak dalam menciptakan ketenteraman dan kesejukan dalam berbangsa dan bemegara semasa Bapak memerintah patut mendapat kehormatan yang tak terhingga kepada Bapak untuk di kemudian hari Bapak bersama cucu tinggal menikmati hari tua namun sekarang ini tidak malah banyak mahasiswi yang menghujat dengan nada-nada yang tidak pantas sehingga membuat kami merasa pemimpin bangsa dan negara ini tidak ada yang mendapatkan ketenangan di hari tua.

Mudah-mudahan Bapak Soeharto (mantan Presiden RI) bersama keluarga yang hingga di hari tuanya bersama cucu mendapatkan ketenangan yang Bapak inginkan. “Mudah-mudahan doa kami didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa”.

Akhir kata dari kami semoga Bapak memberikan nasihat-nasihat yang berharga buat kami untuk melanjutkan bangsa dan negara di kemudian hari.

Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya, atas perhatian yang Bapak berikan atas surat ini. (DTS)

Hormat kami,

Agus Purnomo

Depok II Tengah

[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 36-37. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.