TOMMY : PANGSA PASAR MOBIL TIMOR TAK LEBIH DARI 40 PERSEN

TOMMY : PANGSA PASAR MOBIL TIMOR TAK LEBIH DARI 40 PERSEN[1]

 

Jakarta, Antara

Pemilik PT. Timor Putra Nasional (TPN) yang akan menghasilkan mobil Timor, Hutomo Mandala Putra Soeharto, mengatakan pangsa pasar mobil ini tidak bakal lebih dari 40 persen.

“Pangsa pasar kami tidak akan lebih dari 40 persen.” kata Hutomo Mandala Putra Soeharto kepada pers di Istana Bogor, Sabtu, setelah menghadiri pertemuan Presiden Soeharto dengan sejumlah pengusaha.

Hutomo Mandala Putra Soeharto yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto mengatakan kebutuhan mobil di dalam negeri setiap tahun sekitar 400.000 unit.

Produksi PTN sekitar 200.000 unit tiap tahun.

“Karena itu kesempatan pabrik-pabrik mobil lainnya masih tetap besar apalagi tingkat permintaan akan terus naik.” kata Tommy.

Ditanya tentang pembuatan mobil nasional yang selama tiga tahun ini hanya akan dilakukan perusahaan TPN miliknya, ia mengatakan selama 20 tahun terakhir ini pemerintah Indonesia sebenarnya telah memberikan kesempatan kepada pengusaha Jepang yang beroperasi di sini untuk menghasilkan mobnas.

Namun ternyata mereka tidak mau melakukannya, kata Tommy. Sekitar 90 persen mobil yang beroperasi di TanahAir berasal dari Jepang.

Karena itu, ia berpendapat bahwa pabrik mobil di Tanah Air yang prinsipalnya berasal dari Jepang harus siap berbenah diri ikut menghasilkan mobnas.

Dicontohkannya, Toyota Astra Motor yang sekarang telah menggunakan komponen lokal sebanyak 40 persen tinggal menambahkan penggunaan 20 persen lagi komponen lokalnya sehingga mampu membuat mobnas.

Ditanya tentang sikap pemerintah Jepang yang masih ingin melakukan perundingan dengan Indonesia mengenai mobnas dan belum menyampaikan pengaduan ke badan Perdagangan Intemasional (WTO), putra Presiden Soeharto itu mengatakan langkah tersebut adalah wajar.

“Pemerintah Jepang ‘kan mendapat ‘pressure’ (tekanan, red) dari para pengusahanya. Para pengusaha Jepang khawatir pangsa pasar mereka di Indonesia akan berkurang akibat munculnya mobil Timor.”

PT. Timor Putra Nasional bekerja sama dengan pabrik mobil KIA dari Korea Selatan untuk menghasilkan mobnas itu. Perusahaan ini mendapat pembebasan kewajiban membayar Bea Masuk(BM) dan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPN-BM) .

Sebagai imbalan atas kewajibannya itu, PT. TPN harus menggunakan komponen lokal secara bertahap minimal 20 persen,40 persen hingga 60 persen mulai tahun ini, yaitu sejak dikeluarkannya Inpres 2/96 tentang mobnas.

Menurut Tommy, pada tahun 1998 komponen lokal yang dipakai perusahaannya diharapkan di atas 60 persen. Karena pabriknya di Bekasi belum selesai, maka PT. TPN diizinkan untuk mengimpor mobil jadi (completely built up/ CBU). Sampai sekarang telah diimpor sekitar 4.000 mobil CBU.

Sumber : ANTARA (20/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 429-430.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.