TOMMY : DUA PERSEN ITU KECIL

TOMMY : DUA PERSEN ITU KECIL[1]

 

Pontianak, Antara

Kewajiban bagi setiap pengusaha yang berpenghasilan di atas Rp 100 juta untuk menyumbangkan dua persen penghasilannya adalah jumlah yang kecil dibandingkan dengan apa yang telah mereka dapatkan dari usahanya, kata Hutomo Mandala Putra (Tommy).

Pernyataan itu dikemukakan Tommy, Selasa, di Desa Mega Timur, Sei Ambawang, Kabupaten Pontianak, Kalbar, saat meninjau perkebunan kelapa sawit milik PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK).

Menurut Hutomo, Keppres No.9211996 yang mewajibkan kepada setiap pribadi atau wajib pajak : yang memperoleh laba (setelah dikurangi PPh) Rp 100 juta atau lebih, harus ditaati, apalagi bantuan sebanyak : dua persen itu diperuntukkan bagi masyarakat yang masih tertinggal.

“Tidak : ada alasan untuk tidak : menyisihkan, karena dua persen itu relative tidak besar dibandingkan dengan yang telah mereka dapatkan dari usaha yang telah mereka kembangkan.” tegasnya.

“Dana itu, untuk membantu masyarakat Indonesia yang tertinggal. Sehingga dengan dana itu saudara-saudara kita kelak : kesejahteraan nya dapat meningkat.”

Ketika diminta komentarnya tentang pernyataan Presiden Soeharto agar di depan rumah pengusaha yang tidak menyisihkan dana dua persen itu dipasang bendera, Tommy juga menyatakan sependapat.

“Saya kira itu juga sesuatu yang baik. Namun, Insya Allah tidak sampai terjadi dan mereka (pengusaha orang mampu) sudah sadar.” katanya.

Sawit Laban Gambut

Kecuali mengunjungi perkebunan kelapa sawit milik perusahaannya, Tommy yang juga selaku Ketua Dewan Pertimbangan Pemuda Panca Marga (PPM) memberikan bantuan sarana ibadah dan perlengkapan olahraga kepada 17 pesantren di Kabupaten Pontianak, kelompok tani IDT, dan karang taruna.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Pontianak Drs. Henri Usman menyatakan bahwa PT. BPK milik Hutomo Mandala Putra adalah perusahaan perkebunan kelawa sawit pertama di Kabupaten Pontianak yang memanfaatkan lahan gambut.

“Areal gambut di Kabupaten Pontianak sangat luas dan belum dimanfaatkan secara optimal.” kata Henri Usman.

Menurut Bupati, lahan perkebunan di wilayahnya mencapai 890 ribu hektare, sedangkan telah dimanfaatkan baru 189 ribu hektare lebih.

Sumber : ANTARA (24/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 560-561.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.