TJALON ANGGOTA DPR TERTUA DAN TERMUDA SIAPKAN DIRI UTK MEMIMPIN PERSIDANGAN

TJALON ANGGOTA DPR TERTUA DAN TERMUDA SIAPKAN DIRI UTK MEMIMPIN PERSIDANGAN [1]

 

Djakarta, Nusantara

Sidang pertama dari DPR hasil Pemilu jang akan diselenggarakan tgl. 28 October 1971 jad menurut ketentuan akan dipimpin langsung oleh anggota tertua didampingi oleh anggota termuda. Sementara unsur2 pimpinan DPR belum terpilih. Kedua tjalon anggota terpilih masing2 K.H. Bisri Samsjurie (84 tahun) dan Anak Agung Mahendra (25 tahun) jg akan memimpin persidangan pertama itu, baru2 ini telah mengadakan kundjungan ke DPR dan diterima oleh Sekdjen DPR-GR Sri Hardiman SH di ruang kerdjanja.

Mempersiapkan Sidang

Kundjungan tjalon anggota tertua dan termuda ke DPR -GR itu, tidak lain dalam rangka persiapan2 Pembukaan Persidangan Pertama DPR jad. Dalam hubungan ini Sekdjen DPR-GR telah memberikan bahan2 jang diperlukan kepada kedua tjalon anggota DPR terpilih itu jang akan memimpin persidangan nanti, chususnja mengenai tata tertib tentang tjara2 mempimpin sidang dan membuka persidangan.

Riwajat Hidup

K.H. Bisri Sjamsurie (84 tahun) tjalon anggota DPR terpilih dari Partai NU. Dilahirkan di Djombang, Djatim 20 September 1887 jl. Disamping hidup sebagai petani, ia sehari2 mendjadi pengasuh dari Pondok Pesantren Mambau Al Ma’ arief. Pada tahun 1911 s/d 1917 ia melandjutkan peladjaran di bidang agama di Mekah Al Muhararomah di Negeri Arab.

Kini ia mempunjai 6 orang anak, 30 tjutju dan 13 tjitjit. Tentang istrinja, Humas DPRGR sendiri tidak menjebutkan data2.

Tjalon anggota termuda Anak Agung Mahendra jang berusia 25 tahun itu, dilahirkan 12 Djuni 1946 di Bali, Agama Hindu Bali, terpilih dari Golongan Karya. Pendidikan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, tahun 1969. Pekerdjaan Dagang. Jang penting diketahui lagi adalah bahwa ia disamping orang ganteng, memang belum berkeluarga. (DTS)

Sumber: NUSANTARA (14/10/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 972-973.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.