TINGKATKAN HUBUNGAN BAIK INDONESIA – AUSTRALIA

TINGKATKAN HUBUNGAN BAIK INDONESIA – AUSTRALIA

PRESIDEN :

Presiden Soeharto minta agar hubungan diplomasi antara RI-Australia terus ditingkatkan. Hal penting untuk membangun jembatan hubungan antara kedua negara yang bertetangga.

“Kita sebagai tetangga dekat dengan Australia harus berusaha semaksimal mungkin untuk memelihara hubungan baik atas dasar saling menghormati, saling menghargai dan tidak perlu mencampuri urusan dalam negeri masing-masing” demikian pesan Kepala Negara yang dikutip Dubes RI untuk Australia, August Marpaung, Sabtu, di Jalan Cendana.

Seusai memperoleh petunjuk Presiden, Dubes Marpaung kepada pers mengatakan, jika ada suara sumbang dari sekelompok masyarakat Australia terhadap Indonesia, hal itu lazim bagi suatu negara yang berpaham liberalisme.

Suara-suara seperti itu harus dipisahkan antara sikap resmi pemerintah dan sikap dari berbagai golongan masyarakat yang bermacam-macam.

Suara-suara sumbang itu biasanya datang dari media massa tertentu, dari dunia akademi atau dari partai. Di antara mereka ada yang menghendaki agar Indonesia menganut demokrasi seperti di sana.

Padahal Indonesia sudah mempunyai Demokrasi Pancasila. Demikian juga ada yang menyoroti secara khusus mengenai hak-hak asasi manusia.

“Bagaimanapun suara-suara itu kita perlu, mengucapkan terima kasih atas perhatian mereka terhadap Indonesia. Tapi sebaiknya biarkan kita mengurusi, urusan rumah tangga sendiri”, Ujarnya.

Menurut Marpaung, biasanya golongan sosialis kiri Partai Buruh Australia yang suka ngotot mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, sedang golongan tengah dan kanan Partai Buruh tidak begitu.

Dengan adanya latar belakang yang berbeda beda, Indonesia juga harus menjawab dan melayani dengan cara yang berbeda pula.

Tentang suara-suara sumbang mengenai Timor-Timur, kata Dubes Marpaung akhir-akhir ini sudah mulai kabur dan tidak muncul lagi di negara Kangguru itu. Apalagi setelah diketahui Timor Timur tidak masuk lagi dalam agenda pembicaraan di sidang umum PBB yang baru lalu.

Menyinggung hubungan Rl – PNG, Marpaung menilai media massa Australia kini cenderung untuk membiarkan apa adanya tanpa diberi bumbu.

“Barangkali mereka mulai sadar bahwa urusan perbatasan RI-PNG tidak menjadi urusan Australia,” ungkapnya.

Pemerintah negara itu sendiri sudah dua kali menyatakan dimuka umum bahwa pihaknya tidak mau campur tangan soal perbatasan Rl-PNG.

“Kami hanya mau membantu kalau ada permintaan dari kedua belah pihak Kalau hanya sepihak saja kami tidak bersedia,” kata Marpaung mengutip pernyataan pemerintah Australia.

Bob Hawke

Ditanya tentang pemilu di Australia, Marpaung memperkirakan Bob Hawke yang kini menjadi PM Australia akan kembali memenangkan kursinya melalui pemilu mendatang.

Bukan sebagai hasil kampanye partai tapi pribadinya yang menarik bagi rakyat negeri itu. Dengan kemenangan Bob Hawke nanti, Marpaung yakin hubungan Indonesia – Australia akan tetap baik kendati akan ada beberapa bergesekan seperti lazimnya dua negara bertetangga.

Seperti diketahui partai yang kini berkuasa di Australia adalah Partai Buruh. Hawke sendiri dikenal sebagai pimpinan barisan kanan Partai Buruh. Sedang dua kekuatan lainnya dalarn partai itu adalah golongan tengah dan sosialis kiri.

Menjawab pertanyaan mengenai hubungan perdagangan Rl – Australia, Marpaung mengatakan, sulit untuk mencari pasaran ke Australia karena persaingan yang ketat dengan negara lain. Karena itu pula ia akan berusaha bersama Menteri Perdagangan dan BPEN untuk mencari komoditi lain yang kemungkinan dapat dipasarkan di Australia.

Selama ini ekspor Indonesia terbesar adalah kopi dan teh. Menyusul belakangan ini mengekspor kertas tissue yang disebut oleh Dubes RI sebagai permulaan dari peningkatan hubungan perdagangan kedua negara.

“Memang masih kecil tapi yang penting saling mengenal dulu walaupun sudah suka sama suka. Sebab ASEAN merupakan pasaran potensial bagi barang-barang produk Australia,” tambahnya.

Senjata

Ketika ditanya adanya berita seorang warga Australia menjual senjata kepada Gerakan Pengacau Keamanan di Irian Jaya, Dubes yang populer di negara Kangguru itu mengatakan, dirinya baru mendengar dan membaca dari media massa.

Bukti-bukti tentang penjualan senjata itu belum ditemukan. Sepanjang yang didengarnya, polisi Australia sudah melakukan pemeriksaan tetapi belum diketahui hasilnya.

Kepada Presiden, Marpaung juga melaporkan rencana penyelenggaraan konperensi antar staf pengajar bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia, tahun depan.

Pengajar Bahasa Indonesia yang umumnya orang Australia sendiri bersifat sukarela karena tidak merupakan kurikulum resmi.

Dalam hal ini pihak Indonesia akan memberi bantuan sebisanya antara lain menyelenggarakan konperensi tersebut. (RA).

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (19/11/1984)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 644-646.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.