Tinggal Mandeg Pandita

Jakarta, 29 Oktober 1998

Kepada

Yth. Bapak H.M. Soeharto

di Tempat

 

TINGGAL MADEG PANDITA [1]

Salam hormat,

Dengan surat ini semoga Bapak sekeluarga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak membaca tulisan ini. Semoga Bapak senantiasa tabah dalam menghadapi keadaan di Indonesia kini. Saya percaya, tidak semua rakyat menghujat dan mencaci maki Bapak.

Bapak telah pensiun dan juga telah sepuh, sekarang tinggal madeg Pandito dan mendekatkan diri pada Allah swt, sesuai kata Bapak dulu.

Saya ingin Bapak bisa beribadah secara murni yaitu sesuai dengan Al Quran dan Al Hadits, supaya bisa beriman secara benar dan masuk surga nantinya. Kalau di Jakarta ini saya temukan seperti yang disiarkan oleh radio P2SC. Semoga Bapak bisa menemukan cara mengaji yang seperti itu, disiarkan mulai pukul 08.30-09.00/tiap harinya.

Saya mohon maaf atas kelancangan saya menulis ini, tentunya Bapak lebih tahu karena Bapak lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan ini.

Bapak, saya hanya seorang perantau dan juga seorang penca (penderita cacat tubuh). Saya prihatin dengan keadaan Indonesia saat ini. Walaupun kehidupan saya juga belum menentu, saya percaya tentu Allah akan membukakan jalan keluar dari kemelut ini.

Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati. (DTS)

Dari saya,

Naniek D. Suryani

Jakarta Selatan

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 789. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.