TIGA PUTRI DAMPINGI PAK HARTO, BAMBANG DAN TOMMY MENYUSUL

TIGA PUTRI DAMPINGI PAK HARTO, BAMBANG DAN TOMMY MENYUSUL[1]

 

Jakarta, Merdeka

Dalam kondisi fisik tampak segar Presiden Soeharto tadi malam bersama beberapa putra-putrinya meninggalkan tanah air menuju salah satu negara di Eropa untuk memeriksakan kesehatannya.

Dengan pesawat Garuda MD-11 rombongan Pak Harto meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, sekitar pukul 21.20 WIB.

Rombongan diperkirakan akan tiba di tujuan pukul 00.00 waktu setempat (atau hari ini pukul 12:00 WIB). Sesampai di sana rombongan akan dijemput oleh Menristek BJ Habibie yang sudah lebih dulu berangkat pada 4 Juli lalu.

Keberangkatan Presiden Soeharto ke luar negeri kali ini menunjukkan suasana kekeluargaan. Tidak banyak menteri yang mengantar ke bandara, Wapres Try Sutrisno juga tak terlihat di sana.Tadi malam menteri yang mengantar sampai Bandara adalah Mensesneg Moerdiono dan Mensekab Saadilah Mursyid. Pejabat lainnya ialah Pangdam Jaya Mayjen TNI Sutiyoso.

Menurut Moerdiono, para menteri tidak ikut mengantar keberangkatan Presiden karena perjalanan ini bukan tugas resmi kenegaraan.

Pak Harto yang mengenakan setelan warna gelap meninggalkan kediaman di Jalan Cendana Jakarta sekitar pukul 20.55 WIB. Seperti biasa Pak Harto memakai sedan berplat Indonesia 1. Di belakang mobil Presiden adalah beberapa mobil yang ditumpangi putra-putri dan cucu.

Sesampai Halim, mobil Pak Harto langsung masuk Bandara, berhenti sekitar 20 meter dari tangga pesawat. Seluruh putra putri, menantu dan cucu mengantar sampai masuk ke dalam pesawat. Sebelum naik tangga Pak Harto nampak menggendong seorang cucunya.

Tapi tidak semua putra putri ikut tadi malam.Yang langsung mendampingi Pak harto tadi malam adalah Ny. Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit Hardjojudanto, Siti Heriyadi Prabowo (Tietiek) dan Siti Hutami Endang Adiningsing (Mamiek). Selain itu cucu Pak Harto yang ikut yakni Ragowo Hedi Prasetyo (Anak Titik) dan Wiratama (anak Mamiek).

Rencananya, Bambang Trihatmodjo dan Hutomo Mandala Putra dan beberapa cucu yang lain akan menyusul namun sampai tadi malam belum diketahui kapan mereka akan berangkat.

Selain putra dan putrinya, Pak Harto tetap didampingi oleh para ajudan, Tim Dokter kepresidenan antara lain dr. Richard Paula, dr. Hari Sabardi dan dr Hendarmin ikut dalam rombongan kecil itu. Sedangkan para keluarga dekat yang ikut mengantar yakni Probosutedjo dan Ibnu Hartomo yang masing masing didampingi istri.

Doa Santri

Sementara itu seruan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) agar warga Nahdliyin berdoa untuk kesehatan Presiden Soeharto di dengar oleh ratusan santri yang mengikuti acara pembukaan pekan pesantren kilat nasional (Pelatnas 96) di Cipayung, Bogor. Kemarin, ratusan santri yang hadir di situ secara spontanitas mendoakan kesehatan Pak Harto.

Doa untuk kesehatan kepala negara itu dilaksanakan bersama dengan di pimpin oleh dai muda KH. Agus Dhani. Mereka berharap Pak Harto yang tadi malam berangkat berobat ke Eropa bisa secepatnya kembali ke tanah air dengan selamat untuk mengemban tugas kenegaraan.

“Telah banyak pengabdian dan jasa Bapak Presiden terhadap bangsa dan umat Islam. Karena itu Yaa Allah, berikanlah kesehatn kepada Presiden kami.” begitulah doa yang dipanjatkan oleh KH. Agus Dharmawan pimpinan Yayasan Mahdatul Fitri Arrohmaniah, Cakung Jakarta Timur itu.

Acara doa itu semakin hikmat ketika secara bersama sama para peserta Pelatnas termasuk Menpora Hayono Isman, Cahyono, Memet, H. Nasir dan Munaroh melafalkan surat Al-Fatihah untuk mendiang almarhumah Ibu Tien. Hayono yang hadir di situ untuk meresmikan Pelatnas tersebut, merasa haru dan bangga menyaksikan para remaja memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Pak Harto.

“Mudah-mudahan doa kita untuk kesehatan Bapak Presiden, dikabulkan oleh Tuhan.” tutur Hayono Isman.

Sumber : MERDEKA (08/07/1996)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 658-659.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.