TIGA GUBERNUR SUMBANGKAN GAJINYA

TIGA GUBERNUR SUMBANGKAN GAJINYA[1]

 

Jakarta, Kompas

Tiga Gubernur yakni Gubernur Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat mendukung imbauan Presiden Soeharto agar para menteri dan Gubernur menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun ini untuk membantu orang-orang miskin.

Setelah diterima Presiden di Bina Graha, Kamis (19/3), Gubernur Sumbar Muchlis Ibrahim menjawab wartawan mengatakan rencana pemotongan gaji para menteri sampai Gubernur dinilainya baik.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa mampu untuk turut membantu, dengan demikian masyarakat yang kurang mampu turut terbantu.” ujarnya.

Ia mengatakan tidak tahu persis gaji pokoknya sebagai Gubernur.

“Yang penting saya terima, saya tanda tangan. Yang dibawa pulang tidak sampai Rp.2 juta,” ujarnya.

Gubernur Sulsel, Zainal Basri Palaguna, mengatakan, telah melakukan hal yang sama sebelum ini.

“Kami sudah melakukan lebih dahulu. Semua honor yang ada di Pemda Sulsel saya arahkan untuk kepentingan para buruh yang di PHK. Gaji yang saya terima tiap bulannya hanya Rp.1 juta.” tuturnya.

Sedangkan Gubernur Kalbar Aspar Aswin mengatakan, gaji pokoknya sekitar Rp.1 juta, sedangkan tunjangan istri Rp.620.000.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) DPR, Budi Hardjono, dalam dialog terbuka antara F-PDI dan 46 anggota delegasi Senat Mahasiswa IKIP Negeri Jakarta, di Gedung DPR, Kamis, mengatakan, tindakan menyumbangkan gaji pokok presiden dan para menteri sebagaimana diinstruksikan Presiden Soeharto adalah tindakan bagus dan terpuji. Namun langkah itu harus diikuti pula dengan upaya nyata membentuk pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Sedangkan pengajar Fisip Universitas Airlangga Daniel Sparingga secara terpisah mengatakan, imbauan menyumbangkan gaji bagi para menteri, Gubernur, wali kota tidak serta merta menimbulkan kesan yang baik dalam masyarakat.

“Masyarakat tahu benar, penyelesaian krisis ekonomi dan politik ini membutuhkan kerja yang tidak sesederhana seperti menyumbangkan gaji.”

Menurut Daniel, yang lebih penting dilakukan pemerintah adalah secara konkret melaksanakan langkah-langkah penyehatan sistem ekonomi dan politik yang lebih baik.

Sumber : KOMPAS (20/03/1998)

____________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 884-885.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.