TIDAK SEPERTI YANG DIBERITAKAN PERS ASING KESEHATAN PAK HARTO BAIK

TIDAK SEPERTI YANG DIBERITAKAN PERS ASING KESEHATAN PAK HARTO BAIK[1]

 

Jakarta, Merdeka

Pemberitaan sejumlah media asing mengenai kesehatan Presiden Soeharto selama beberapa hari terakhir ini spekulatif sekali, bahkan negatif. Misalnya, Rabu lalu, sebuah media asing sampai menyebutkan Pak Harto terkena serangan stroke.

Beberapa pemberitaan tidak masuk akal itu, disanggah Menlu Ali Alatas, kemarin.

“Pers nasional harus ikut menangkal.” ujarnya seusai melapor kepada Kepala Negara di Bina Graha.

Penampilan Pak Harto belakangan ini memang selalu segar bugar dengan kegiatan yang sangat padat.

Alatas mengatakan media asing tersebut seharusnya bisa memperhatikan kegiatan Pak Harto hari-hari terakhir ini.

“Hari ini saja Presiden menerima banyak tamu.” Kata Alatas yang kemudian menunjuk pada beberapa pejabat yang diterima Kepala Negara.

Pak Harto nampak sehat dan gembira ketika menerima pimpinan perguruan tinggi swasta yang sedang mengikuti kursus Lemhanas. Kepala Negara juga menerima Mensesneg Moerdiono, Menlu Alatas, Menperindag Tunky Ariwibowo serta Gubernur Kalimantan BaratAspar Aswin.

Sementara itu Rabu (3/4), Kepala Negara di kediaman Jalan Cendana menerima pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Menlu mengatakan, isu tentang kesehatan Pak Harto seperti yang diberitakan pers asing itu sebenarnya pernah merebak juga pada 11 Maret 1997. Pada waktu itu, Pak Harto seusai meresmikan gedung pusat pembinaan manajemen Astra di Sunter, Jakarta Utara, secara mendadak Presiden menuju ke RS Angkatan Darat Gatot Subroto menjenguk : Jenderal (Pum) AH Nasution yang dirawat sakit di ruang pavilion Nomor 208 Kartika.

Namun, di luar pertemuan akrab kedua tokoh itu, siang harinya terbetik rumor justru Presiden yang dikabarkan menjalani perawatan kesehatan.

Konperensi Menlu GNB

Alatas datang ke Bina Graha untuk melaporkan rencana keberangkatannya ke India guna menghadapi konperensi tingkat Menlu negara anggota GNB 7-8 April namun sebelumnya Alatas akan mengadakan kunjungan bilateral ke India 4-6 April.

Menlu menjelaskan, di sela-sela acara pertemuan para Menlu negara anggota GNB itu ada dua pertemuan penting lainnya yaitu pertemuan para Menlu yang negaranya pernah memimpin GNB serta pertemuan para Menlu ASEAN.

Ketujuh Menlu ASEAN, 7 April akan mengadakan pembicaraan tanpa agenda resmi. Tidak tertutup kemungkinan para Menlu ASEAN ini membahas rencana masuknya Kamboja, Laos serta Myanmar.

“Saya tidak tahu apakah masalah ini akan muncul atau tidak.” Kata Alatas.

Kamboja, Laos serta Myanmar telah mengajukan permohonan resmi untuk bergabung ke dalam ASEAN namun sampai sekarang belum diumumkan secara resmi kapan penggabungan itu akan berlangsung.

Sumber : MERDEKA (04/04/1997)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 666-667.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.