TIDAK PERLU PIMPINAN PARPOL & GOLKAR DI DESA2

TIDAK PERLU PIMPINAN PARPOL & GOLKAR DI DESA2 [1]

 

Djakarta, Djakarta Post

Aspri Presiden Majdjen TNI AD Ali Murtopo menganggap bahwa gagasan tidak perlu adanja pimpinan2 partai politik didesa2 tidak hanja berlaku bagi partai2 politik tok, tetapi djuga terhadap Golkar.

Pendapat itu dikemukakan di Bina Graha, ketika oleh pers ditanjakan mengenai pernjataan Panglima Kodam Diponegoro Majdjen Widodo jg mengemukakan pimpinan partai politik tidak perlu ada didesa2.

Majdjen TNI AD Ali Murtopo selandjutnja kemukakan bahwa masjarakat djangan lagi dikotak2kan karena organisasi Masing2 pimpinan partai dan Golkar punja tanggung djawab untuk membawa masjarakat desa mengisi kemerdekaan bekedja untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Golkar Tidak Dipartaikan

Mendjawab pertanjaan Aspri Presiden itu menegaskan bahwa Golkar tidak akan dipartaikan, tapi akan tetap djadi organisasi karyawan meskipun ikut dalam berpolitik.

Golkar menitik beratkan pada profesi kerdja sebagai karyawan jang merupakan alat pembangunan nasional.

Mengenai “3 tanda gambar dalam Pemilu j.a.d.” Ali Murtopo menjatakan terdiri dari dua partai politik dan Golkar dari politik Golkar mendukung konsep Pembangunan nasional.

Tetap Pilih Idham Chalid

Ditanja apakah dia tetap memilih Idham Chalid Ketua Umum NU untuk djabatan Ketua DPR hasil Pemilu. Aspri Presiden itu dengan tegas mengulangi kembali untuk ketiga kalinja bahwa ia tetap kesitu.

Pengangguran

Berbitjara mengenai pengangguran Ali Murtopo njatakan bahwa hal ini ada hubungannja dengan kepadatan penduduk di Djawa, Madura dan bali, jang harus mendapat perhatian jang serius. Pemetjahannja adalah melalui projek2 pembangunan transmigrasi dan pembatasan kelahiran dalam masalah transmigrasi pradjurit2 ABRI jang dalam masa persiapan pensiun oleh Hankam akan didjadikan pelopor seperti membuka daerah2 baru dll. (DTS)

Sumber: DJAKARTA POST (13/10/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 927-928.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.