Tidak Obyektif

Jakarta, 6 September 1998

Kepada

Yth. Bapak H.M. Soeharto

beserta keluarga di Kediaman

TIDAK OBYEKTIF [1]

Dengan hormat,

Terlebih dahulu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena mungkin saya mengganggu kebersamaan Bapak beserta keluarga atas kedatanga surat ini. Tidak lain saya hanya bermaksud ingin mengucapkan terima kasih dan turut prihatin yang sedalam-dalamnya atas penilaian subjektif reformasi terhadap Bapak dan keluarga.

mengucapkan banyak terima kasih, tidak lain karena kami bagaimanapun juga pernah merasakan nikmat dari Allah SWT. Melalui kepemimpinan Bapak semasih menjabat Presiden RI, terlebih pada saat ini, membuat kami semakin bertekad untuk menyampaikan rasa terima kasih kami ini.

Walaupun kami bukan tergolong orang berkecukupan/mampu/kaya, namun kami tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak, yang mungkin tidak dapat kami lupakan sepanjang hidup.

Kami turut prihatin yang sedalam-dalamya, karena kami merasakan apa yang mungkin Bapak beserta keluarga rasakan saat ini, dalam menghadapi hinaan dan hujatan yang tidak objektif, karena menilai hanya semata-mata dari segi keburukannya saja.

Hal serupa ini pernah kami rasakan enam tahun lalu, walaupun dalam porsi/ukuran kecil. Untuk itu kami mendoakan semoga Allah SWT menguatkan iman dan taqwa Bapak sekeluarga, serta melindungi Bapak dan keluarga dari orang-orang yang keji; ingkar dan dengki, serta dijauhkan dari godaan syetan dan iblis yang terkutuk.

Amin ya Robbil’ alamin. (DTS)

Hormat saya,

Pro Reformasi Murni,

R. Lucky Aprianda S.

Tangerang

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 130. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.