TIDAK BENAR UMAT ISLAM DALAM KETAKUTAN

TIDAK BENAR UMAT ISLAM DALAM KETAKUTAN [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

“Sebagai eksponen Angkatan 66 saya tidak rela terjadi pengkotakan2 golongan terjadi lagi seperti sebelum kita menata kembali kehidupan politik,” Aulia Rachman, calon DPR dari Sumatra Barat, mengatakan hal ini ketika dihubungi BY di Sekertariat KNPI Jakarta kemarin.

Aulia Rachman yang dicalonkan Golongan Karya menegaskan selanjutnya bahwa cara kampanye yang dilakukan Partai Politik yang ikut dalam kontes Pemilu di daerah Sumatra Barat cenderung melanggar “Empat tidak bolehnya” Kaskopkamtib.

Dikatakannya cara2 untuk mengidentikkan tanda gambar Ka’bah dengan Syariat Islam jelas melanggar ketentuan2 dan peraturan kampanye. Hal ini akan menimbulkan suatu corak lain yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi kehidupan politik padahal tanda gambar hanyalah sebagai suatu alat dan simbol dalam berkampanye.

lsi dalam pidato kampanye di Sumatra Barat yang menunjuk bahwa agama Islam danpendidikan agama Islam akan hilang apabila kekuatan sospol itu kalah,

“ini jelas bertentangan dengan konsensus kita bersama. Mereka yang mengatakan 90 prosen umat Islam akan berada dalam ketakutan adalah tidak benar,” kata Aulia Rachman.

Partai Politik yang ikut kampanye hendaknya mengajukan programnya supaya rakyat menjadi tahu. Bila terjadi pelanggaran2 terhadap ketentuan kampanye maka sebagai eksponen Angkatan 66 yang tahu persis kelahiran Orde Baru, “saya tidak rela terjadi pengkotakan2 timbul kembali.” Aulia Rachman (tokoh Dema UI sekitar tahun2 aksi tritura) menegaskan agar Partai 2 Politik menunjukkan sikap yang benar untuk pendidikan politik rakyat.

Kesempatan Pemilu ini hendaknya dipakai dengan sebaik-baiknya agar rakyat dibimbing untuk lebih dewasa untuk menyatukan pilihannya. Pendidikan politik juga adalah tanggungjawab Parpol, demikian Aulia Rachman. (DTS).

Sumber: BERITA YUDHA (04/04/1977)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 311.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.