Tentang Pernyataan Usia 77 Tahun PAK HARTO AJAK KITA BERPIKIR REALISTIS

Tentang Pernyataan Usia 77 Tahun

PAK HARTO AJAK KITA BERPIKIR REALISTIS[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Mantan Mendagri Rudini menilai permintaan Presiden Soeharto agar masyarakat memperhatikan usia yang mencapai 77 tahun pada SU MPR 1998 menunjukkan masyarakat yang akan mencalonkannya kembali sebagai Presiden masa bakti 1998-2003 agar berpikir realistis.

Masyarakat yang menyukai Pak Harto tidak begitu saja mencalonkannya, tetapi harus memikirkan pula mengenai faktor usia.

“Pernyataan itu menunjukkan agar masyarakat realistis dan mawas diri.” kata Ketua LPSI itu saat ditemui wartawan di Jakarta kemarin.

Menurut Rudini, selain ajakan Pak Harto agar masyarakat berpikir realistis, hal itu juga menunjukkan bahwa memilih Wapres pada masa bakti berikutnya sangatlah strategis.

“Dalam hal ini kita memang memikirkan harus memperhatikan faktor usia. Kita memang mendoakan agar usia beliau panjang dan sehat. Tapi kita kan tak tahu jika tiba-tiba beliau tak bisa melanjutkan tugas atau dipanggil Tuhan.”

Dengan demikian, katanya sesuai dengan UUD 1945, jika Presiden berhalangan yang menjadi Presiden otomatis adalah Wapres. Oleh karena itu semua yang mencalonkan Pak Harto harus berpikir realistis dan dalam hal ini posisi Wapres menjadi sangat strategis.

Rudini menafsirkan bahwa pernyataan Pak Harto bukan tidak bersedia dipilih kembali.

“Sebab dalam pernyataannya dijelaskan bahwa jangan sampai ada anggapan adanya rekayasa agar dirinya dicalonkan Presiden seumur hidup.”

Menpora Hayono Isman, Menhankam Edi Sudradjat dan Wakil Ketua F-ABRI DPR Hari Sabarno mengatakan tidak ada masalah dengan usia Pak Harto.

“Dibanding rata-rata orang Indonesia. Pak Harto sangat luar biasa. Dalam usia seperti itu, biasanya orang makin konservatif tidak demokratis, tetapi Pak Harto malah sebaliknya. Beliau malah makin demokratis dan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Pak Harto bahkan bisa disebut sebagai pelopor perubahan.” tutur Menpora.

Menhankam secara terpisah juga menilai Pak Harto masih sangat sehat untuk menjabat Presiden lagi. Ditanya wartawan di gedung DPR kemarin, Menhankam mengatakan,

“Pak Harto masih sehat kok.”

Hari Sabarno Koordinator Bidang Polkam FABRI DPR mengatakan persyaratan Pak Harto jangan dibaca sebagai isyarat penolakan menjabat Presiden lagi. Pernyataan itu harus dilihat sebagai sebuah sikap rendah hati dan arif dari seorang pemimpin yang sangat mengerti akan konstitusi dan demokrasi.

Ketua Komisi I DPR Aisyah Aminy juga menilai pernyataan itu bukan sebagai isyarat penolakan.

“Artinya ialah Pak Harto menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat untuk mempertimbangkan, saya tidak melihat maksud menolak.” kata Ketua DPP PPP III.

Sedangkan Wakil Sekretaris F-KP Bidang Polkam Syamsul Muarif mengatakan Pak Harto adalah manusia yang paling sulit diselami pikirannya yang terdalam. Beliau sulit ditebak apa sebetulnya yang ada di benaknya.

“Karenanya bisa saja Pak Harto ingin mengembangkan sikap legowo bahwa bangsa inilah yang benar-benar memikirkan pemimpinnya atau bisa juga berdimensi sebagai dorongan kepada pemimpin muda untuk tampil.”

Anggota F-PDI DPR Sabam Sirait mengatakan pernyataan Pak Harto tidak mudah diartikan.

“Ada saatnya beliau menggunakan bahasa sandi, ada saatnya bahasa biasa.” kata Sabam.

Namun tegasnya, semua pihak jangan terlalu meributkan figur Presiden. Sebab yang lebih penting bagaimana membuat aturan yang lebih rinci tentang lembaga kepresidenan pasca Pak Harto antara lain pengaturan tentang beberapa kali jabatan presiden dan ketegasan akan wewenang presiden agar tidak meninggalkan bom waktu di masa datang.

Calon Alternatif

Ketua DPP PDI Markus Wauran mengatakan ungkapan Pak Harto itu mendorong orsospol untuk memikirkan calon presiden alternatif bilamana Pak Harto mengambil sikap untuk tidak bersedia lagi.

“Bagi saya sendiri dari segi pertimbangan obyektif untuk kepentingan bangsa masih diharapkan Pak Harto untuk melanjutkan tugasnya sesuai dengan harapan dan permintaan berbagai pihak.” kata Wauran.

Dalam rangka mencari calon presiden alternatif itu kata Wauran, hendaknya semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa, mencari figur pemersatu berkemampuan dan pengalaman serta berwawasan kebangsaan.

DPP KNPI sudah menyiapkan calon presiden cadangan bila seandainya Pak Harto menolak dipilih kembali sebagai presiden dalam sidang umum MPR 1998.

“Seandainya Pak Harto menolak, yah kita siapkan calon lain. Sekarang ini KNPI sudah menginventarisasi nama-nama yang ingin menjadi Presiden.” ujar Ketua Umum DPP KNPI Maulana Isman kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Sumber : MEDIA INDONESIA (3/04/1997)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 686-688.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.