TENTANG ISU KESEHATAN PAK HARTO

TENTANG ISU KESEHATAN PAK HARTO[1]

 

 

Jakarta, Suara Karya

Forum temu wicara dengan masyarakat merupakan kesempatan yang banyak dimanfaatkan oleh Presiden Soeharto untuk mengemukakan hal-hal penting. Dan, pengemukaan hal-hal penting itu dilakukan sebagaimana adanya, secara spontan dan, mencerminkan transparansi demi meletakkan setiap persoalan pada proporsinya, dengan nuansa yang mudah ditangkap dan dimengerti oleh rakyat banyak.

Pada peresmian Pekan Promosi UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis 17 April lalu, temu wicara dengan para ketua kelompok UPPKS juga dimanfaatkan oleh Presiden untuk mengemukakan suatu masalah penting yang belakangan ini banyak dibicarakan. Atas pertanyaan Nyonya Sukarni, salah seorang peserta temu wicara yang berasal dari Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Pak Harto mengatakan.

“Sampaikan salam saya kepada seluruh penduduk Wuryantoro, semoga dalam keadaan sehat. Dan, saya juga dalam keadaan sehat.”

Secara singkat, Pak Harto menceritakan masa kecilnya di desa Wuryantoro.

“Saya dulu dibesarkan di Wuryantoro, kira-kira umur 8 hingga 15 tahun. Jangankan listrik, teplok (lampu minyak tanah) saja tidak ada,” ujar Pak Harto mengenai masa kecilnya di Wuryantoro.

Kita menilai penyampaian salam Pak Harto secara tidak langsung untuk menepis pemberitaan media asing beberapa waktu belakangan yang mengatakan Pak Harto dalam keadaan sakit atau kurang sehat. Sebenarnya penjelasan mengenai keadaan kesehatan Pak Harto sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas beberapa waktu lalu seusai diterima Presiden.

Kita tidak tahu dari sumber mana media asing tersebut memperoleh informasi mengenai kesehatan Pak Harto. Namun setelah Menlu Ali Alatas memberikan penjelasan, tampaknya masih ada orang yang belum sepenuhnya mempercayai keadaan kesehatan Pak Harto baik-baik saja. Kita menangkap adanya keragu-raguan itulah yang mendorong munculnya pertanyaan pada kesempatan temu wicara di Cilacap seperti dikutip tadi.

Dengan adanya penjelasan langsung dari Pak Harto mestinya tidak akan ada lagi orang atau pihak yang mempertanyakan keadaan kesehatan Pak Harto. Namun, dengan cenderung meningkatnya suhu politik menjelang Pemilu bulan depan di mana pembicaraan mengenai calon presiden dan wakil presiden periode 1998-2003 merupakan bagian dari pembicaraan politik yang sangat menonjol, bukan tidak mungkin masih akan ada isu mengenai kesehatan Pak Harto yang dikaitkan dengan usia beliau, walaupun melalui penampilan di Cilacap kita semua melihat Pak Harto segar bugar.

Menghadapi kemungkinan itu, kita jangan mengajak masyarakat banyak untuk benar-benar menyeleksi informasi mengenai keadaan kesehatan Pak Harto. Dalam arti, menjauhkan diri dari informasi- informasi yang bersifat spekulatif karena semua itu mengandung muatan politik yang cenderung menyesatkan.

Kita sendiri tidak tahu apa dan bagaimana cara atau mekanisme yang dapat ditempuh untuk menghindarkan beredarnya informasi-informasi yang bersifat spekulatif tersebut. Tapi, yang penting adalah agar masyarakat banyak dari waktu ke waktu, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengetahui kesehatan Pak Harto baik-baik saja.

Pendeknya, sebagai bagian dari isu politik yang cukup menonjol, seyogyanya masyarakat banyak tidak mudah terpancing dan mempercayai isu-isu di sekitar keadaan kesehatan Pak Harto yang memang cenderung bermuatan politik. Karena semua itu dikhawatirkan akan lebih banyak mendorong berkembangnya spekulasi­ spekulasi politik yang menyesatkan.

Sumber: SUARA KARYA (21/04/1997)

______________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 697-699.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.