TEKNOLOGI TIDAK MERUPAKAN ANCAMAN BAGI AGAMA

Presiden Buka MTQ VIII di Palembang

TEKNOLOGI TIDAK MERUPAKAN ANCAMAN BAGI AGAMA [1]

 

Palembang, Suara Karya

Presiden Suharto Kamis malam membuka dengan resmi MTQ ke-VIII tk. Nasional 1975 di Palembang, dalam suatu upacara yang berlangsung di arena pekan MTQ jalan Kapten Arivai. Presiden Suharto dan rombongan tiba di Palembang Kamis senja, disambut oleh Menteri Agama Mukti Ali dan pimpinan daerah Sumsel, serta panitia nasional MTQ di lapangan udara Talang Betutu kemudian beristirahat sejenak di Gubernuran jalan Tesik, sebelum membuka MTQ itu.

Sejumlah menteri, gubemur2 dari beberapa propinsi, para pemuka agama dan wakil2 dari negara tetangga turut hadir pada upacara tersebut. Menteri Agama Mukti Ali memberikan sambutannya, sebelum Presiden membuka MTQ tersebut. Sebelumnya Gubernur Sumsel Haji Asnawi Mangkualam dan ketua panitia nasional MTQ telah memberikan laporannya mengenai penyelenggaraan itu.

Seorang qori terbaik pada MTQ Nasional pertama yang lampau mendahului upacara pembukaan itu dengan membacakan ayat2 Qur’ an. Gadis2 berpakain adat Sriwijaya berkain songket yang jumlahnya 50 orang, membawakan acara tari ‘Tepak” dan mempersembahkan “sekapur sirih’ kepada Presiden di tribune VIP sebagai tanda Selamat Datang.

Suasana Gemerlapan

Suasana arena MTQ di Palembang pada malam pembukaan itu beratraksikan sinaran lampu2 aneka warna. Kala lampu2 sorot dipadamkan menghantar upacara penaikan bendera MTQ menjadikan Kalimah “Bismillahirrohmanirrohim” tulisan Arab terpantul jelas dari lampu2 warna hijau yang melatar belakangi arena menghadap panggung VIP, sementara didepannya berdiri megah bangunan2 berbentuk Ka’bah berselubungkan kain hitam dengan tulisan arab bahagian atasnya, dan mimbar tilawah yg berbentuk Maqom Nabi Ibrahim disamping nya.

Sebanyak 1.000 santri pelajar SLP & SLA dan grup2 rebana di Kota Palembang berpakaian warna aneka ragam membawakan acara tari rebana massal dan membentuk konfigurasi ditengah lapangan, yang merupakan acara pengunci dan yang mendapat sambutan hangat dari publik. Kembang2 api dilepas ke udara menambah semaraknya upacara malam itu.

Pawai Taaruf

Suatu pawai taaruf oleh para peserta MTQ ke-VIII telah diadakan pada Kamis petang, menjelang upacara pembukaan malam itu. Barisan2 drum band, korp musik dari empat angkatan, pramuka, serta grup2 rebana memeriahkan pawai taaruf keliling kota.

Pembaca doa mengakhiri upacara pembukaan itu dilakukan oleh Kiai Haji Abdurrosyid Siddik, seorang ahli Qurok dikota Palembang yang hafiz Qur’ an yang juga dalam MTQ ke-VIII adalah Ketua Dewan Hakim.

Menteri Agama Mukti Ali mengatakan hari Kamis bahwa sering kali terdengar orang mengatakan bahwa tehnologi merupakan ancaman bagi kebudayaan Indonesia akan tetapi sebenarnya hal itu tidak sesuai denganpendapat umat Islam.

Setelah direnungkan dalam-dalam, sebenarnya tehnologi itu tidak merupakan ancaman, baik terhadap kebudayaan maupun terhadap agama.

Kita sebagai orang Islam tidak perlu merasa terancam oleh tehnologi itu, dan kita sebagai bangsa Indonesia tidak perlu merasa terancam oleh tehnologi itu, demikian Menteri Mukti Ali.

Keterangan itu dikemukakan oleh Menteri Agama dalam kata pengarahannya ketika meresmikan pameran pembangunan Islam di Palembang, suatu acara yang merupakan bahagian awal daripada pelaksanaan MTQ Nasional ke-VIII di ibukota propinsi ini.

Upacara pembukaan pameran itu, selain dihadiri oleh seluruh pejabat tinggi di Sumsel, juga dihadiri oleh seluruh peserta MTQ dari 26 propinsi juga hadir tamu dari Malaysia yaitu qori jemputan Haji Mokhtar dan panitia internasional MTQ dari Malaysia, Tan Sri Sayed Nasir. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (22/08/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 791-792.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.