TARIF TOL CAWANG-TOMANG DITETAPKAN RP 1.500

TARIF TOL CAWANG-TOMANG DITETAPKAN RP 1.500

 

 

Jakarta, Antara

Pemerintah menetapkan tarif jalan tol Cawang-Tomang-Rawamangun Jakarta, Rp 1.500 untuk setiap kendaraan, kata Dirut PT. Jasa Marga, Ir. Soehartono. Penetapan tarif tersebut, berdasarkan Kepres No 50 tahun 1989, dan peresmiannya dilakukan oleh Presiden Soeharto hari Jumat (10/11), katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Dikatakan, Kepres yang ditetapkan pada 10 Oktober 1989 itu, mengatur tentang penetapan jalan layang bebas hambatan Cawang-Tanjung Priok sebagai jalan tol, dan penetapan jenis kendaraan bermotor, besarnya tarif tol untuk ruas jalan tal Tomang­ Cawang-Rawamangun serta pelanggan tol.

Tarif tersebut menurut dia tanpa pengecualian jenis kendaraan, serta panjang jalan yang dilintasi.

“Jauh dekat bayarannya tetap Rp 1.500,” ujar Soehartono dan menjelaskan dijalan tol itu tersedia 16 pintu keluar masuk ditambah 26 gardu untuk melayani penjualan karcis masuk.

 

Simpang Susun

Dijelaskan, di antara tujuh proyek jalan tol tersebut yang akan diresmikan Presiden Soeharto, tercatat bahwa jembatan Tomang adalah simpang susun yang canggih di kota Jakarta, dengan tinggi 24 meter dan terdiri atas tiga susun jalan.

Enam proyek lainnya meliputi jembatan Slipi, Taman Ria, Semanggi (untuk jalan tol), dan gerbang utama Halim.

Sedangkan jalan tol yang akan diresmikan pemakaiannya itu, memiliki panjang 21 kilometer.

Pada waktu peresmian jalan tol tersebut, menurut Soehartono, ruas jalan tol Tomang-Cawang-Rawamangun, dan dua gerbang pada jalan tal Jakarta-Cikampek ditutup untuk sementara.

Dijelaskannya, penutupan jalan itu mulai pukul 7.30 sampai 10.00 WIB untuk gerbang tol ramp Jatiwaringin dan Jatibening arah Jakarta-Cikampek, serta gerbang utama Cilitan dan Halim, untuk jurusan Tomang maupun Rawamangun.

Untuk gerbang tal utama Grogol dan Ramp Tomang, ditutup pukul 08.30- 10.00 WIB, bagi lalulintas umum yang akan menuju Cawang, kata Soehartono.

 

 

Sumber : ANTARA (07/11/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 496-497.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.