TARIF DOKTER YANG TINGGI DI LUAR JANGKAUAN MELUNTURKAN CITRA PANGGILAN KEMANUSIAAN

TARIF DOKTER YANG TINGGI DI LUAR JANGKAUAN MELUNTURKAN CITRA PANGGILAN KEMANUSIAAN

Presiden Soeharto Di Depan Kongres Ke-14 PDGI

Presiden Soeharto Selasa pagi meminta perhatian para dokter mengenai tarif yang mereka gunakan dengan adanya gejala terutama di kota besar, dokter menentukan tarif yang tinggi di luar jangkauan masyarakat.

"Kenyataan ini apabila terus berlangsung sedikit banyak akan melunturkan citra panggilan kemanusiaan, yang sesungguhnya merupakan salah satu yang menonjol dari profesi kedokteran".

Presiden Soeharto menyatakan pada pembukaan Kongres Nasional ke-14 Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Balai Sidang Senayan, Jakarta.

Kepala Negara mengatakan adalah suatu hal yang wajar apabila pada dokter mengharapkan penghasilan yang pantas dari profesinya. Namun, harus diakui adanya gejala bahwa ada kalangan sementara dokter terutama di kota besar yang menaikkan tarif yang di luar jangkauan masyarakat kita dewasa ini.

Di samping mengatakan hal ini akan dapat melunturkan citra panggilan kemanusiaan. Kepala Negara mengatakan, sesungguhnya hal itu merupakan salah satu ciri yang menonjol dari profesi kedokteran.

"Sungguh sangat perlu masalah ini mendapat perhatian di kalangan para dokter sendiri, yang perlu direnungkan dan ditimbang dengan suara hati nurani masing," kata Kepala Negara.

Romantika

Pada bagian lain sambutannya, Kepala Negara meminta perhatian para dokter gigi mengenai pelayanan terhadap kesehatan mulut dan gigi masyarakat.

Presiden Soeharto mengakui dalam pelayanan bidang kesehatan ini masih banyak kekurangan dan hambatan yang dialami.

Antara lain hambatan dalam pelayanan kesehatan gigi adalah kurangnya peralatan untuk itu. Namun Kepala Negara mengingatkan sikap di mana hanya dapat bekerja apabila tersedia peralatan yang cukup dan modern tidaklah mencerminkan semangat bangsa yang sedang membangun.

Dikatakan, seni dan romantikanya bangsa yang membangun adalah kesanggupan berprestasi walaupun dengan peralatan yang serba sederhana.

Di samping itu menurut Kepala Negara, perbaikan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya tergantung pada peralatan belaka. "Kesehatan gigi dan mulut dapat pula kita tingkatkan dengan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baik," katanya dan menambahkan hal ini dapat dikerjakan melalui penerangan2 kepada masyarakat dan anak sekolah. Di sinilah terletak tantangan para dokter gigi dan perawat kesehatan gigi.

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan gigi, Kepala Negara mengharapkan agar para dokter gigi bersedia ditempatkan di pelosok daerah.

Pada awal sambutannya Kepala Negara mengakui pula bahwa pelayanan kesehatan gigi masyarakat yang dapat disediakan oleh Pemerintah melalui rumah sakit Pemerintah maupun Puskesmas masih jauh dari mencukupi kebutuhan.

Tenaga dokter gigi maupun perawat kesehatan gigi masih jauh dari mencukupi. Dewasa ini kurang dari 2 di antara 100 orang penderita sakit gigi yang dapat dilayani oleh unit Departemen Kesehatan melalui pelayanan yang diperuntukkan bagi umum.

Usaha untuk menutupi kekurangan ini tetap dilakukan oleh Pemerintah namun kemampuan untuk itu masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan meningkatkan kemampuan perawatan gigi secara maksimal kata Kepala Negara selanjutnya, pada akhir Repelita III nanti, baru dapat dilayani 3 dari 100 orang penduduk yang memerlukan perawatan.

Optimisme

Menghadapi kenyataan tersebut, maka kita sebagai bangsa yang membangun sama sekali tidaklah pesimis, katanya.

"Sebagai bangsa yang membangun kita harus tetap memiliki optimisme yang realistis," tambah Kepala Negara.

Segala kekurangan dan keterbatasan ini hendaknya dianggap sebagai tantangan yang harus kita atasi bersama.

Diingatkan juga, bukan hanya di bidang pelayanan kesehatan gigi saja kita dihadapkan pada tantangan dan keterbatasan. Masih banyak tantangan dan keterbatasan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di segala sektor, katanya.

"Optimisme yang realistis itulah yang memberi kekuatan kepada kita untuk terus maju dalam pembangunan yang kita laksanakan secara sungguh-sungguh selama lebih dari 10tahun yang terakhir ini," kata Kepala Negara.

Selanjutnya dikatakan, kesadaran kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir ini makin bertambah tinggi. Hal ini nampak dari makin banyak rakyat yang berobat ke Puskesmas dan rumah sakit.

Kesejahteraan masyarakat juga, dinilai Kepala Negara mulai bertambah baik Tahun terakhir ini katanya selanjutnya badan rata anak di Indonesia bertambah tinggi sedang usia rata2 penduduk bertambah panjang.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Negara mengharapkan agar PDGI dapat menampung cita dan idealisme para dokter gigi yang tergabung dalam organisasi ini.

”Tidak perlu disangsikan lagi bahwa cita-cita para dokter gigi adalah mengabdi sebaik-baiknya kepada masyarakat, bangsa dan negara," kata Kepala Negara. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (23/09/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 983-985.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.