TANPA JALAN YANG BAIK NADI PEREKONOMIAN AKAN TERSUMBAT

TANPA JALAN YANG BAIK NADI PEREKONOMIAN AKAN TERSUMBAT

PRESIDEN :

Tanpa adanya jaringan jalan yang baik di pulau-pulau di Indonesia, maka urat nadi perekonomian nasional akan tersumbat dan penyebaran penduduk mengalami hambatan di samping stabilitas nasional sulit diciptakan.

Demikian penegasan Presiden Soeharto di Istana Negara Senin pagi tatkala memberikan amanat pada pembukaan Konperensi IV Perhimpunan Teknologi, Jalan Asia dan Australia (REAA) yang diikuti oleh 788 peserta dari 21 negara. Konperensi yang bertema Pendayagunaan Sumber Daya itu akan berlangsung lima hari.

Selanjutnya Kepala Negara mengatakan, tanpa jaringan jalan yang baik, sulit diwujudkan pemerataan yang menuju keadilan, sulit dicapai pertumbuhan ekonomi yang memadai dan sulit pula memantapkan stabilitas rasional yang dinamis.

Sebab, menurut Presiden, kelancaran lalu lintas ekonomi akan terganggu, hasil­hasil produksi akan sulit dipasarkan, barang-barang kebutuhan rakyat akan sulit didapat dan mobilitas penduduk sulit ditingkatkan.

Namun, Presiden mengakui bahwa untuk membangun jaringan jalan-jalan raya yang baik dan banyak diperlukan sumber daya yang besar, modal yang besar, penguasaan teknologi yang memadai dan tenaga ahli yang cukup.

Walaupun berkat pembangunan nasional selama ini telah banyak mencapai kemajuan, namun hal-hal tadi, menurutnya, masih juga terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan.

"Oleh sebab itu dalam usaha membangun jaringan jalan kami yang memadai, selalu diusahakan pendayagunaan sumber daya yang kami miliki seoptimal mungkin," tambah Presiden Soeharto.

"Dengan cara itu, maka dengan sumber daya yang terbatas kami dapat memberikan pelayanan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dengan tetap memenuhi kriteria teknis sebaik-baiknya."

Pada bagian lain dari amanatnya Presiden mengingatkan bahwa melalui konperensi para teknisi seperti itu mungkin bangsa-bangsa akan lebih berhasil untuk memupuk saling pengertian yang lebih baik.

Disemangati oleh rasa saling pengertian antara bangsa bangsa akan lebih mudah mempererat tali persahabatan dan menggalang kerja sama.

"Berbagai krisis yang melanda dunia kita itu hanya akan dapat teratasi jika bangsa­bangsa di dunia, baik bangsa-bangsa yang telah maju maupun bangsa-bangsa yang sedang membangun dapat saling bekerja sama dan bantu membantu secara konstruktif," demikian Presiden Soeharto.

Kepadatan Lalu Lintas

Gubernur DKI, Soeprapto di depan 788 peserta konperensi REAA tersebut mengatakan, menghadapi masalah kepadatan lalu lintas di Jakarta langkah-langkah yang diambil Pemerintah Daerah adalah mendisiplinkan para pemakai jalan, mengendalikan pertambahan jenis angkutan dan menambah sarana jalan yang memang menjadi tugas Pemerintah.

Memberikan gambaran keadaan prasaranajalan dan lalu lintas di DKI, Gubernur mengatakan bahwa jumlah pertambahan penyediaan prasarana jalan dengan jumlah kendaraan belum sebanding.

Dia menunjuk jumlah kendaraan di Jakarta sampai dengan akhir Maret lalu berjumlah 1.050.000 lebih dengan pertambahan rata-rata pertahun antara 10 sampai 12 persen, sementara jumlah panjang jalan sekitar empat ribu Km dengan pertambahan setiap tahunnya hanya sekitar tiga sampai empat persen.

Program jangka panjang, menurut Soeprapto persoalannya adalah bagaimana mengendalikan pertumbuhan penduduk Jakarta.

Selesai acara, di hotel Horison Ancol itu, Gubernur DKI Soeprapto bersama­sama Dirjen Bina Marga, Suryatin, Menteri P.U. Suyono, Ketua OC Konperensi Juwono Kolopaking dan para peserta menyaksikan pameran tehnik jalan yang memperagakan alat-alat berat guna pembangunan suatu ruas jalan dan sejumlah program pembangunan jalan serta hasil-hasil penelitian oleh Direktorat Penelitian Masalah Tanah dan Jalan (DPMJ) Dep. P.U. (RA)

Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 342-344.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.