TANGGAPI BERITA YANG  DISKREDITKAN RI ‘PRESIDEN : JANGAN KECIL HATI’

TANGGAPI BERITA YANG  DISKREDITKAN RI

‘PRESIDEN : JANGAN KECIL HATI’[1]

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto menegaskan, banyak pemberitaan di luar negeri yang mendiskreditkan Indonesia. Namun, hendaknya semua itu tidak membuat kita kecil hati dan patah semangat bila menghadapi perang atau teror psikologis. Apalagi, pemberitaan tentang kondisi Indonesia itu tidak sepenuhnya benar.

Penegasan itu diberikan Presiden saat menerima Tim Indonesia yang akan bertolak ke putaran final Piala Thomas Uber di Hongkong, di Bina Graha, Jakarta, Kamis (7/5). Kepada Tim Piala Thomas/Uber, Presiden Soeharto berpesan untuk terus bekerja keras.

“Memang tidak ringan tugas yang dipercayakan baik kepada PBSI maupun anggota tim Piala Thomas maupun Piala Uber. Karena untuk mempertahankan memang lebih berat daripada merebut.” kata Presiden.

Ditambahkan, apalagi beban itu ditambah dengan kondisi Indonesia yang saat ini tidak menguntungkan, karena krisis ekonomi, krisis kepercayaan terhadap mata uang rupiah, dan sistem perbankan, menipiskan kepercayaan investor.

Menurut Presiden, keadaan Indonesia selalu diberitakan dalam kondisi tidak baik, kondisi ekonomi kacau balau, bahkan hingga tidak bisa makan.

“Kita memang sulit, tapi, tidak seperti itu yang kita hadapi. Sampai ada tamu, yaitu dari Perdana Menteri Pakistan yang mengatakan pola pemberitaan tentang Indonesia di luar negeri itu sangat keterlaluan, artinya mendiskreditkan bangsa Indonesia di mata dunia.” kata Presiden.

Ditambah, “Maksudnya ingin membawa lemahnya Indonesia dalam mengatasi krisis ekonomi mau pun moneter.”

Ditekankan, masalah ini pun perlu diperhitungkan.

“Di mana kondisi ekonomi Indonesia tidak baik, tentu cara bermainnya juga tidak baik.” kata Presiden.

“Tetapi syukurlah, bahwa tim Indonesia akan berjuang maksimal. Bahkan mereka sudah melaksanakan beberapa kali pertandingan uji coba, simulasi pertandingan untuk mengetahui sampai di mana kesiapan pemain dalam menghadapi tugas berat ini.” lanjut Kepala Negara.

Tak Kecil Hati

Presiden berpesan, agar para atlet tidak berkecil hati dan patah semangat bila menghadapi perang atau teror psikologis, terutama yang dikaitkan dengan pemberitaan tentang kondisi Indonesia yang tidak sepenuhnya benar.

“Bahkan seolah-olah mengejek keadaan Indonesia.” kata Presiden.

“Tentu ini harus dicamkan bahwa kelemahan itu merupakan suatu alat yang memungkinkan bagi mereka untuk dapat lebih melemahkan para pemain Indonesia. Begitu pula dengan keadaan di dalam negeri, karena itu, agar semuanya bisa dijadikan bekal agar semuanya bisa menahan diri, dalam rangka mengemban tugas yang tidak ringan, yaitu mempertahankan Piala Thomas dan Uber, sehingga ke dua Piala itu benar-benar dapat dibawa pulang kembali ke Indonesia.” tegas Presiden.

Keberhasilan itu, menurut Kepala Negara juga akan menghapus pemberitaan yang tidak benar tentang Indonesia.

“Sekali lagi saya doakan dan saya percaya bahwa saudara-saudara akan sukses dalam melaksanakan tugas dan akan membawa bangsa Indonesia yang sekarang sedang diuji berbagai kesulitan di dalam negeri dan tengah disoroti oleh dunia pada umumnya. Selamat jalan, selamat bertanding.” pesan Kepala Negara.

Ketua Umum PB PBSI Subagyo Hadisiswojo menjelaskan, pertandingan di Hongkong berlangsung 15-24 Mei 1998. Tim berjumlah 37 orang, terdiri dari 10 pemain putra dan 10 putri, dengan manajer tim Agus Wirahadikusumah, dengan wakil Karsono, MF Siregar, dan Hadi Nazri. Pelatih Kepala Christian Hadinata, dibantu pelatih Indra Gunawan (tunggal putra), Atik Djauhari (ganda putra), Liang Chuisia (tunggal wanita), Imelda Wiguna (ganda putri), dan Paulus Pasumey (pelatih fisik). Para pemain terdiri dari Haryanto Arbi, Hendrawan, Marleve Mainaky, Indra Wijaya, Joko Suprianto, Chandra Wijaya, Sigit Budiarto, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, dan Tony Gunawan (putra), Susy Susanti, Mia Audina, Meiluawati, Cindana, Ellen Angelina, Elysa Nathanael, Zelin Resiana, Deyana Lomban, Indarti Isolina dan Finarsih. (rie)

Sumber : KOMPAS (08/05/1998)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 805-806.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.