TANGGAPAN PIDATO PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN TERBUKA, JUJUR, DAN APA ADANYA

TANGGAPAN PIDATO PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN TERBUKA, JUJUR, DAN APA ADANYA

 

Jakarta, Media Indonesia

PIDATO pertanggungjawaban Presiden Soeharto dalam Sidang Umum Tahap II kemarin dinilai terbuka, jujur, lugas dan apa adanya dalam mengungkapkan data dan fakta mengenai kemajuan yang telah dicapai serta kelemahan dan kekurangan.

Hal itu dikemukakan mantan Wapres Sudharmono Ketua F-ABRI MPR Leijen TNI Yunus Yosfiah, Ketua FABRI DPR Hari Sabamo, Ketua DPP PPP Ismail Hasan Metareum, Ketua DPP PDI Soerjadi, anggota F-KP Pinantun Hutasoit dan Wakil Ketua F-ABRI MPR Letjen TNI Bambang Yudhoyono.

Menurut Sudharmono, pidato pertanggungjawaban Mandataris MPR kemarin cukup berat bila dibanding dengan periode sebelumnya. Dia juga memperkirakan semua fraksi menerima pertanggungjawaban tersebut.

“Pasti diterima oleh fraksi-fraksi yang ada di MPR. Kalau semua fraksi mencalonkan Pak Harto sebagai Presiden, pasti pidato pertanggungjawaban beliau di terima,” katanya.

Sedangkan Ketua F-ABRI Letjen TNI Yunus Yosfiah mengatakan pidato pertanggungjawaban itu menyiratkan nuansa optimisme menyelesaikan krisis ekonomi.

“Pada prinsipnya ABRI menerima isi pertanggungjawaban presiden itu dan soal adanya krisis mari kita selesaikan bersama dan jangan mencari kambing hitam,” tandasnya.

Ketua DPP PPP Ismail Hasan Metareum menjelaskan sejak dulu Pak Harto rendah hati .Ia mengatakan pidato pertanggungjawaban itu akan didalami lagi oleh fraksi-fraksi di MPR baru ditentukan dalam komisi.

Menurut dia, Pak Harto menyampaikan pertanggungjawaban secara obyektif dan pencalonan Pak Harto sebagai presiden oleh DPP PPP juga obyektif.

Senada dengan itu Pi nantun Hutasoit (F-KP) mengatakan pidato pertanggungjawaban presiden tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua kekurangan dan kelemahannya dalam memimpin bangsa dan melaksanakan pembangunan dikemukakan secara terbuka.

”Kalau kita juga menilainya secara jujur, lugas dan terbuka pidato pertanggungjawaban itu, maka tidak ada bagi kita untuk menolak, jelas F-KP akan menerima pertanggungjawaban itu secara bulat,” kata Pinantun yang juga menjabat salah satu Ketua DPP Golkar itu.

Sependapat dengan F-KP Ketua Fraksi ABRI DPR Hari Sabarno mengatakan meski fraksinya baru akan membahasnya, secara umum F-ABRI bisa menerima pertanggungjawaban itu. F-ABRI kan sudah mencalonkan Pak Harto untuk menjadi Presiden/Mandataris MPR periode mendatang apa akan bicara lain ujar Hari Sabarno.

 

Pengakuan

Sementara itu Wakil Ketua F-ABRI MPR Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono menilai laporan pertanggungjawaban presiden tersebut telah disampaikan dengan jujur. Hal itu tercermin melalui pengakuan bahwa upaya mengatasi krisis keuangan kendati sudah menempuh berbagai jalan namun belum menunjukkan hasilnya.

“Itu sebabnya beliau mengajak seluruh rakyat bersama-sama mengatasi masalah yang ada,” kata Bambang.

Sedangkan Ketua F-UD, Hasan Basri Durin mengatakan dalam pidato, presiden telah menjelaskan secara terus terang jujur, obyektif apa yang dilakukannya selaku mandataris selama lima tahun. Tapi yang dilaporkan selama tiga tahun kepemimpinannya.

Memang merupakan keberhasilan, sedangkan dua tahun sisanya merupakan musibah dan bencana, baik kekeringan, kebakaran maupun krisis ekonomi.

“Kita agar positif jangan mencari kekurangan saja dengan mengabaikan keberhasilan yang telah dicapai,” katanya

Sedangkan Ketua DPP PDI Soerjadi mengatakan pidato yang disampaikan Kepala Negara baru merupakan satu aspek, paling tidak belum cukup utuh.

Aspek yang dikedepankan adalah keberhasilan sampai tahun 1997. Sedangkan selama lima tahun ini, lanjut Soerjadi. PDI mencatat banyak hal yang terjadi atas bangsa dan negara yang perlu mendapat perhatian. Misalnya tentang merebaknya kolusi, korupsi, monopoli yang akhirnya diakui sebagai perbuatan tidak benar serta soal pemilu. Seharusnya itu semua harus dikemukakan secara terbuka. (Gss/Was/W dh/SB/D-12)

Sumber: MEDIA INDONESIA (02/03/1998)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 131-132.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.