TANGGAPAN ATAS PIDATO PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN

TANGGAPAN ATAS PIDATO PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN[1]

 

 

Jakarta, Republika

Pidato pertanggungjawaban Presiden Soeharto di SU MPR mendapat tanggapan positif Para anggota MPR umumnya berpandangan bahwa Presiden secara jujur dan terbuka mengungkap apa keberhasilan yang telah dicapai, sekaligus kekurangan­ kekurangan yang ada. Secara tegas presiden juga mengungkap bahwa kita tidak perlu mencari kambing hitam dalam masalah ini.

Bagaimana pandangan anggota MPR terhadap pernyataan Presiden. Berikut petikan wawancara dengan sejumlah tokoh, kemarin di Gedung DPR/MPR RI, usai mengikuti pidato pertanggungjawaban Presiden Soeharto.

 

Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono

(Wakil Ketua Fraksi ABRI)

Kita akan mempelajari dan membahas, setelah itu ABRI akan memberikan pandangan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden tersebut. Mengenai sinyalemen ada yang mengail di air keruh. Saya kira sudah jelas. Presiden mungkin mengetahui bahwa diantara kita ada yang tidak menjadikan diri sebagai bagian dari solusi.

Bagi ABRI perbedaan pandangan tidak ditabukan dalam kehidupan demokrasi. Tetapi, nilai-nilai demokrasi Pancasila kita menyatakan bahwa perbedaan pandangan itu ditata dalam sebuah kerangka kerja sama. Namun perbedaan harus dijaga, sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Kemudian soal reformasi politik,kita akan membahas pada rumusan rancangan GBHN, khususnya usul-usul yang mengenai pemilu. Sudah ada kesepakatan di BP MPR bahwa OPP baik PPP, PDI maupun Golkar akan terlibat penuh dalam TPS, KJPPS dan mendapatkan hasil berita acara penghitungan suara. Kita lihat bagaimana majelis mengambil keputusan tentang itu nanti.

 

Prof. Dr MA Alwi Dahlan

Anggota FKP, Kepala BP-7 Pusat

Pak Harto sangat terbuka dalam menyampaikan pertanggungjawabannya. Beliau menyampaikan keadilan secara apa adanya. Presiden tidak hanya mengungkap keberhasilan yang dicapai, tapi juga kekurangan-kekurangan yang terjadi. Ia mengibaratkan keadaan saat ini dengan panas setahun dihapus hujan sehari. Dan justru inilah yang banyak dilupakan orang. sehingga seolah-olah yang terjadi sekarang hanya kekurangannya saja. Keberhasilannya dilupakan. Beliau merasakan apa yang kita rasakan semua.  Saya mendukung pernyataan Pak Harto agar kita tidak saling menyalahkan atau mencari kambing hitam. Yang terpenting adalah bagaimana mencari solusi terbaik.

 

Aburizal Bakrie

Anggota FKP, Ketua Kadin

Perlu program restrukturisasi utang-utang swasta menjadi utang yang periodenya jangka panjang. Disamping itu juga perlu dibicarakan jalan yang paling baik untuk menyelesaikan hal ini. Apakah utang-utang itu terus diperpanjang? Apakah utang-utang itu didiskon dan sebagainya?

Mengenai kurs dolar, saya yakin akan tercapai Rp5000. Angka yang wajar adalah angka yang terjadi pada negara-negara Asia lainnya. Kalau diterjemahkan dalam rupiah, angka ini adalah Rp 5.000. Yang lain adalah masalah psikologi.

Setelah 11 Maret, Insya Allah, faktor yang menjadi pertanyaan, yakni faktor politik telah terpecahkan. Dengan begitu, tidak ada lagi faktor politik yang mempengaruhi suatu kepastian kepada ekonomi Indonesia. Saya melihat hal itu yang selama ini ditunggu oleh pasar.

Di samping itu, kepastian mengumumkan IMF plus, misalnya. Ini juga akan membuat sesuatu hal yang baik untuk pasar. Diumumkannya kedua kebijakan ini membuat target mencapai angka Rp5.000 per dolar bukanlah angan-angan.

Apalagi di Asia sendiri tinggal Indonesia yang mengalami krisis paling parah. Kita lihat dari keadaan sekarang yang begitu tenang, ini akan mendorong orang masuk bursa. Saya optimis saya optimis harga saham akan terangkat cukup tinggi. Pekan ini orang asing akan segera masuk ke dalam pasar modal Indonesia. Indikasinya, sejak pekan lalu sudah kelihatan. Mereka sudah mulai masuk ke pasar modal.

Mengenai proteksi yang tidak mungkin lagi dinikmati dunia usaha, pengusaha kita harus melakukan cara-cara baru dalam berbisnis. Yang bisa mengubah sifat-sifat lebih efisien lebih fokus sesuai dengan bisnis inti masing-masing yang akan bisa bertahan dan maju.  Sementara orang-orang yang tidak bisa bertahan, yakni yang tidak bisa mengubah cara berbisnis.

 

BUTTU R HUTAPEA

Ketua Fraksi PDI

Ada dua hal pokok dalam pertanggungjawaban presiden itu. Secara terbuka hal­-hal yang masih kurang dan sudah baik diungkap. Itu merupakan pernyataan yang tulus dari seorang presiden, mandataris MPR dan mengajak majelis untuk melihat secara menyeluruh pidato itu.

Kedua adalah bahwa Presiden mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun Pelita VI, Indonesia mengalami kemajuan-kemajuan yang cukup berarti baik di bidang pembangunan maupun ekonomi. Tapi, pada tahun keempat, Indonesia ternyata mengalami musibah besar. Beliau mengatakan bahwa akibat pengaruh dari luar, dengan terjadinya gejolak ekonomi moneter ini memang ada kelemahan-kelemahan di dalam.

Kelemahan-kelemahan yang dimaksud presiden adalah banyaknya korupsi, kolusi.Oleh karena itu kita perlu melakukan introspeksi-introspeksi agar kelemahan­ kelemahan di dalam itu bisa kita perbaiki.

Tentang tidak disinggungnya penyelesaian masalah politik dalam pertanggungjawaban presiden, FPDI akan mengajukan saran-saran kepada presiden mendatang untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Saya kira itu merupakan kesempatan bagi fraksi PDI untuk mengemukakan pandangan yang menyeluruh terhadap hal itu.

 

FADEL MUHAMMAD

Pengusaha, anggota FKP

IMF plus yang disampaikan Pak Harto, adalah hal yang tepat. Bahkan itu mutlak dijalankan karena memang hingga kini dalam paket tersebut tak menyentuh upaya menstabilkan nilai dolar. Banyak kalangan yang menghendaki stabilitas nilai dolar, apalagi utang swasta sangat besar.

IMF plus harus mengupayakan bagaimana nilai dolar dapat stabil tanpa harus bertentangan dengan paket IMF. Jika utang swasta teratasi, asing berangsur dapat kembali percaya kepada pengusaha nasional.

Kepercayaan internasional yang terus menurun, mengakibatkan LIC kita tidak diakui. Akibatnya industri kita mengalami kesulitan mengimpor bahan baku. Lalu pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengatasinya? Kita harus meminta negara­-negara lain atau memanggilnya untuk bisa bekerjasama dengan kita sebab keadaan ini sangat menyulitkan, baik bagi kita maupun bagi mereka.

Kita bisa mengundang Singapura, Hongkong, Malaysia, dan tetangga lainnya. Atau juga bank-bank AS maupun Jepang. Sebagian dari mereka welcome. Saat delegasi Kadin ke Jepang, agenda utama pembicaraannya adalah bagaimana bahan­-bahan baku yang diimpor dari Jepang mendapatkan fasilitas pembayaran dengan LC.

 

PROBOSUTEDJO

Pengusaha

Menurut saya, enam bulan terakhir ini perekonomian Indonesia bisa dikatakan sudah ambrol. Untuk itu krisis moneter harus segera diselesaikan. Jalan keluarnya, menurut saya perlu dicari orang-orang yang paham benar, bagaimana krisis ini bisa terjadi.

Kalau dampaknya hanya merugikan para konglomerat itu tidak masalah. Tapi jadi masalah besar jika kena rakyat kecil. Untuk itu pemimpin mendatang harus bisa menanganinya. Namun itu semua tergantung dari pembantu-pembantu presiden. Jika pilihannya tepat, maka dalam tempo beberapa bulan saja posisi rupiah dapat diperbaiki. Patokan saya dalam waktu tiga bulan harus beres.

Sedangkan maksud pidato Presiden tentang IMF, menurut saya, kemungkinan itu akan diberlakukan CBS. Sistem tersebut membutuhkan dana yang cukup. Sedangkan IMF sendiri, hingga kini belum mengucurkan dananya.

Menurut saya, kemungkinan pertimbangan presiden tentang CBS akan mengambil kucuran dana dari IMF. Karena pemerintah harus menjamin nilai dolar untuk tidak naik, sehingga diperlukan pematokan. Padahal untuk mematok dolar dibutuhkan dana yang cukup.(TimRepublika)

Sumber: REPUBLIKA (02/03/1998)

_______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 133-136.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.