TANDA DUNIA SEKARANG

Tajuk Rencana :

TANDA DUNIA SEKARANG [1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto melantik 6 duta besar baru hari Sabtu yang lalu. Dalam sambutannya, Kepala Negara menggambarkan dunia sekarang ini ditandai oleh hampir berakhirnya masa penjajahan politik. Juga ditandai oleh pendekatan antara kekuatan­kekuatan besar dan perjoangan sebagian besar umat manusia untuk hidup lebih baik melalui pembangunan.

Pengamalan itu tepat. Bisa kita lihat lebih Ianjut, tinggal beberapa lagi daerah jajahan politik dewasa ini. Beberapa itu terdapat di Afrika.

Pekik kemerdekaan surut. Kini semakin nyaring terdengar pekik keadilan sosial. Atau kalau hendak memakai kategorisasi sejarah bukan lagi liberte dan liberterian, melainkan egalite dan egalitarian.

Bukannya karena masyarakat bangsa-bangsa tidak pusing lagi terhadap kemerdekaan dan demokrasi. Tetap memperhatikan dan merisaukannya. Tetapi kerisauan lebih besar adalah pada keadilan sosial.

Dalam periode perjoangan kemerdekaan. Deklarasi Kemerdekaan yang bersemangat liberaterian menjadi model kuat. Sekarang bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dan Amerika Latin mencari model lain. Dan model itu, mempunyai persamaan, yaitu keadilan sosial.

Perataan atau keadilan sosial, itulah pertanda jaman sekarang! Para negarawan jangan salah tangkap. Kita bisa melihat petunjuk-petunjuknya.

Didunia internasional, pekik perjoangan sekarang adalah keadilan dalam tata baru ekonomi dunia, dialoog utara-selatan Unclad, Nairobi, Paris, Meksiko, PBB.

Ditingkat nasional, terjadi pergeseran-pergeseran perekonomian dan sistim politik. Apa motivasi pokok seperti yang tetjadi di Filipina atau India? Kita toh harus jujur, disamping kemungkinan-kemungkinan lain, motivasi dan pembenaran yang dipakai adalah agar perbaikan hidup rakyat lebih merata.

Kita melihat perkembangan masa depan. Perkembangan itupun akan ditandai oleh hasrat akan perataan dan keadilan sosial ini.

Persaingan antar negara-negara yang berlainan ideologi di negara-negara sedang berkembang, akan berpusat sekitar masalah ini. Efektivitas dalam pembangunan yang sekaligus disertai jaminan perataan.

Tetapi juga kedalam, ke masing-masing masyarakat bangsa-bangsa itu sendiri, ketahanan nasional pada akhirnya akan amat sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya, proses dan hasil pembangunan itu dirasakan adil dan merata oleh masyarakat. (DTS)

Sumber: KOMPAS (20/09/1976)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 92-93.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.