TAMBAH STOCK NASIONAL, PRESIDEN INSTRUKSIKAN PEMBELIAN PADI PETANI

TAMBAH STOCK NASIONAL, PRESIDEN INSTRUKSIKAN PEMBELIAN PADI PETANI [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto dalam Sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Selasa kemarin telah menginstruksikan, agar pembelian padi atau gabah dari para petani dalam rangka pengadaan stock nasional dilakukan dengan pembayaran kontan. Di samping itu untuk meningkatkan partisipasi perusahaan penggilingan padi, Presiden juga telah menginstruksikan agar dilakukan penyederhanaan prosedur Bank Garansi, yaitu dengan memungkinkan penyelesaian Bank Garansi pada tingkat daerah, bahkan tingkat Kabupaten, yang dulunya harus diselesaikan pada tingkat propinsi atau pusat.

Menurut Menpen Mashuri dan Menteri Nakertranskop Subroto yang memberikan keterangan kepada pers selesai sidang, dalam usaha penyediaan stock nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta telah dibebaskan dari pengumpulan target beras sebanyak 15.000 ton.

Sebagai alasan dikatakan, bahwa produksi beras di daerah tersebut hanya cukup untuk daerah itu sendiri dan karena kenaikan harga2 yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah2 lain. Sebelumnya Pemerintah juga telah membebaskan daerah Sumatera Utara dari tugas menyediakan stock beras nasional, dengan alasan2 yang serupa.

Team Pusat ke Daerah

Subroto menerangkan, dalam usaha meningkatkan partisipasi perusahaan penggilingan, pemerintah telah dan akan mengirimkan Team pengadaan Pangan Pusat untuk mendatangi daerah2 guna mengajak penggilingan2 padi ikut serta dalam usaha pengadaan beras. Menurut Pengamatan SK, daerah2 yang minggu lalu telah di datangi ialah Krawang, Subang dan Indramayu, dimana partisipasi perusahaan2 penggilingan setempat memang meningkat secara menyolok berkat adanya sistim pemberian uang muka. Selanjutnya menurut rencana, minggu ini Team akan mengunjungi daerah2 Brebes dan Tegal.

Mengenai penyederhanaan prosedur diterangkan, selain penyelesaian Bank Garansi dalam tingkat Kabupaten, juga Bank2 Pemerintah supaya jangan hanya menanti saja, melainkan harus secara aktif mendekati perusahaan2 penggilingan.

Selanjutnya, Menpen Mashuri menerangkan sidang telah mengambil kesimpulan pula bahwa dibandingkan dua minggu yl. dalam usaha pengumpulan beras ini sudah ada perbaikan, sementara penyempurnaan, berjalan terus. Atas pertanyaan pers, Mashuri mengatakan yang dimaksud dengan perbaikan dan kemajuan ialah adanya kontrak2 penggilingan yang meningkat secara menyolok, jumlah pembelian yang meningkat pula disamping realisasi (beras dan gabah) yang diserahkan kepada Dolog.

Ketika ditanyakan kembali berapa jumlah peningkatan dan berapa jumlah yang telah dikuasai, kedua menteri hanya tertawa dan berpesan: “Saudara2 harus memaklumi, bahwa ini belum bisa diumumkan.” (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (13/06/1973)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 217-218.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.