TAK TERTUTUP KEMUNGKINAN PEMERINTAH AJUKAN RUU PADA MASA RESES

TAK TERTUTUP KEMUNGKINAN PEMERINTAH AJUKAN RUU PADA MASA RESES

PRESIDEN :

Tidak tertutup kemungkinan pemerintah akan mengajukan Rancangan Undang-Undang mulai bulan depan kepada DPR selama Dewan Perwakilan Rakyat reses hingga Agustus mendatang.

Presiden Soeharto mengatakan hal itu ketika menerima Ketua MPR/DPR Amirmachmud di Bina Graha, Kamis siang.

Amirmachmud mengadakan konsultasi dengan Kepala Negara mengenai proses berbagai rancangan undang-undang yang dibahas di DPR serta rencana kegiatan anggota anggota Dewan ke daerah daerah selama reses 67 hari mulai 10 Juni-15 Agustus.

Ketua MPR/DPR mengatakan kepada wartawan, pembicaraan tingkat ke empat RUU Keormasan akan dilakukan sesuai rencana semula yakni tanggal 3 1 Mei Jumat besok.

Mengenai kunjungan ke berbagai daerah yang akan dilakukan oleh sejumlah anggota anggota DPR, Amirmachmud menilai hal ini penting bagi pengumpulan masukan masukan yang akan dibahas dalam sidang pertama tahun 1985/1986.

Ia mengatakan, tanggal 16 Agustus, hari Jumat mulai pukul 08.00 pagi mendatang, Presiden Soeharto akan menyampaikan amanatnya pada pembukaan masa sidang pertama DPR tahun 1985/1986.

PPP

Ketua MPR/DPR ketika ditanya wartawan masalah PPP mengatakan, bahwa DPR telah memberikan bahan masukan untuk penyelesaian masalah dalam partai itu kepada pihak eksekutif (Mendagri) yang menangani masalah itu.

Ditanya pendapatnya tentang surat DPP PPP yang minta maaf kepada Presiden terhadap masalah recalling beberapa anggota PPP, Ketua MPR/DPR mengatakan surat yang sampai ke DPR dari DPP PPP ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PPP. “Itu berarti syah,” katanya. (RA)

 

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (30/05/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (19853-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 61.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.